Roni Imran – Ismail Patamani Menguat

MantaP

GORUT, hargo.co.id – Bergulirnya wacana pasangan Roni Imran-Ismail Patamani, disambut positif berbagai kalangan masyarakat. Dukungan terhadap paket inipun terus berdatangan dari berbagai kalangan masyarakat.

Roni Imran yang disuarakan masyarakat Gorontalo Utara sebagai Calon Bupati periode 2018-2023, diprediksi sudah menentukan pilihan siapa yang akan digandengnya menjadi Calon Wakil Bupati. Politisi cerdas itu diprediksi kuat lebih memilih figur birokrat untuk melenggang sebagai kandidat pasangan calon di Pilkada nanti.

“Kalau diperhatikan, pak Roni sudah menentukan pilihannya. Bukan politisi, tapi birokrat,” ujar Fajrin Ahmad, salah satu pengamat politik lokal.

Menurutnya, sepinya perbincangan di ruang publik terkait pasangan Roni-Thomas, diduga kuat keduanya tidak menemukan kata sepakat. Roni pun diharapkan segera memastikan langkah politiknya jelang pendaftaran bakal Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Pilkada 2018 yang tinggal menghitung hari.

Perbincangan hangat di warung-warung kopi di pusat kabupaten itu, belakangan berhembus kencang Roni disuarakan agar menggandeng Sekda Ismail Patamani. Bahkan di beberapa kesempatan, masyarakat banyak mengaspirasikan Roni menggandeng birokrat seperti pilihannya saat memilih berpasangan dengan Indra Yasin seorang birokrat, saat Pilkada 2013 lalu.

Pilkada 2018 nanti, Roni dan Indra dipastikan menjadi rival maka sebagai Cabup, Roni diprediksi akan menentukan langkah politiknya dengan menggandeng Ismail Patamani yang hingga kini masih menjabat Sekda.

“Duet politisi-birokrat dinilai lebih menguntungkan dan dipastikan Roni akan memilihnya,” kata Fajrin.

Tidak hanya berkaca pada keberhasilannya mempertahankan keharmonisan dengan Bupati Indra Yasin, namun Roni pun dinilai akan mengikuti langkah Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang lebih memilih menggandeng birokrat atau Idris Rahim dibanding politisi hingga duet keduanya sangat fenomenal di Provinsi Gorontalo. Sangat beralasan, sebab Roni dinilai punya kedekatan emosional yang baik dengan Gubernur Rusli. Bahkan meski beda partai, namun Roni dinilai mampu mempertahankan hubungan yang harmonis dengan politisi senior Partai Golkar tersebut.

“Saya yakin Roni akan bersikap seperti keberhasilan Rusli Habibie, dengan memilih menggandeng birokrat yaitu Ismail Patamani. Menariknya, reaksi publik sangat baik bahkan banyak yang mulai menamai jargon untuk keduanya “Roni-Ismail, Padeti” alias RI-padeti,” ujar pengamat politik lokal tersebut.

Dalam hitung-hitungan politik, Roni yang sangat mengapresiasi sepak terjang Rusli Habibie dalam setiap hajatan Pilkada, dinilai menjadikan Rusli sebagai barometer keberhasilan memenangkan Pilkada yaitu memilih pasangan yang tepat. Apalagi layaknya Rusli, Roni pun sangat dekat dengan rakyat Gorut.

Bahkan sebuah Lembaga Survei Indonesia terpercaya pada hasil surveinya, terlihat Roni akan mendulang suara signifikan sebagai Cabup siapapun pasangannya. Sebab Roni berhasil unggul di 7 kecamatan dengan suara signifikan rata-rata diatas 60 persen. Maka jika ia menggandeng Ismail Patamani yang punya basis keluarga sangat kuat menyebar di seluruh kecamatan di daerah itu, diprediksi akan mampu menambah suara kemenangan untuk keduanya.

Tidak hanya itu, pilihan menggandeng Ismail Patamani pun dinilai tepat sebab birokrat yang memiliki karir birokrasi cemerlang itu berpeluang mendapat dukungan Gubernur Rusli Habibie. Dulu, saat menjadi Bupati Gorut, Rusli menempatkan Ismail Patamani sebagai Sekda bahkan masih dijabatnya hingga saat ini. Sudah pasti, jika nanti digandeng Roni maka peluang mendapat restu bahkan termasuk dukungan Rusli Habibie pun sangat besar bagi keduanya.

“Masyarakat pun berharap, pak haji Roni menggandeng Cawabup dari kalangan birokrat, apalagi berkaca dari pengalaman pemerintahan SINAR (Indra-Roni), sejatinya keduanya mampu berjalan harmonis meski diwarnai beberapa riak, namun seperti yang nampak antara Indra dan Roni adalah keharmonisan yang baik dan lakon yang patut diteladani betapa Roni seorang politisi punya jiwa besar dan bercita-cita mengakhiri masa jabatannya dengan Indra Yasin secara baik, berkualitas dan khusnul khotimah,” ujar Fajrin. (idm/hargo)