Rp 10,7 Triliun Duit Mengucur ke Gorontalo

Ilsutrasi Uang

Hargo.co.id GORONTALO – Kenaikan belanja Kementerian/Lembaga (K/L) tahun anggaran 2018 ikut berpengaruh pada belanja belanja K/L yang akan ke Gorontalo. Tercatat, belanja K/L ke Gorontalo 2018 sebesar Rp 4.181 Miliar, naik Rp 3,9 Miliar dari alokasi tahun 2017 sebesar Rp 4.177 Miliar, jika ditotal dengan alokasi transfer daerah dan dana desa 2018 sebesar Rp 6.545 Miliar, total pagu APBN yang masuk ke Gorontalo tercatat sebesar Rp 10.727 Miliar, naik sebesar Rp 365 Miliar jika dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 10.361 Miliar.

Sebelumnya, berdasarkan data Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Gorontalo, belanja K/L secara Nasional tahun 2018 sebesar Rp 769,2 Triliun, naik jika dibandingkan belanja K/L tahun 2017 sebesar Rp 763,6 Triliun. Nah, belanja K/L yang akan ke Gorontalo 2018 tercatat sebesar Rp 4.181 Miliar. Belanja K/L tersebut yang akan terealisasi melalui Satker vertikal yang ada di Provinsi Gorontalo.

“Berdasarkan rekapitulasi DIPA Tahun Anggaran 2018 lingkup DJPb Provinsi Gorontalo, belanja K/L ke Gorontalo sebesar Rp 4,1 Triliun (Rp Rp 4.181 Miliar,red). Dari 43 K/L, anggaran yang paling besar ada di Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) sebesar Rp 1,3 Triliun.

Sedangkan DIPA terbanyak ada di Kementerian Agama (Kemenag) sebanyak 57 DIPA,” ungkap Kakanwil DJPb Provinsi Gorontalo, Ismed Saputra, melalui Kabid Pembinaan dan Pelaksanaan Anggaran (PPA) I, Ahmad Heryawan, ketika dikonfirmasi Gorontalo Post, kemarin, Ahad (10/12).

Meski belanja K/L di Gorontalo sudah naik pada 2018, namun masih ada kemungkinan anggaran belanjanya akan bertambah setelah APBNP nanti. Seperti belanja K/L 2017, sejatinya dalam APBN dialokasikan Rp 3,9 Triliun, namun belanjanya bertambah menjadi Rp 4,1 Triliun.

Sebelumnya, dana transfer daerah dan dana desa untuk Gorontalo Tahun 2018 tercatat sebesar Rp 6.545 Miliar atau Rp 6,5 Triliun. Naik jika dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 6,1 Triliun atau Rp 6.183 Miliar. Nah, jika ditotal antara belanja K/L dengan dana trasfer dan dana desa, APBN yang masuk ke Gorontalo sebesar Rp 10,7 Triliun pada 2018. Jumlah itu naik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni Rp 10,3 Triliun pada 2017.

Besarnya anggaran ke Gorontalo itu termasuk untuk membiayai sejumlah mega proyek yang kini sedang berlangsung di Gorontalo, seperti Gorontalo Outer Ring Road dan revitalisasi danau Limboto.

Termasuk peningkatan jalan trans Sulawesi di Gorontalo. Sebelumnya, pekan lalu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie telah menerima Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) untuk Gorontalo, termasuk daftar penggunaan dana transfer dan dana desa ke Gorontalo.

Dana transfer tertinggi adalah Pemprov Gorontalo sebesar Rp 1,4 triliun, disusul Kabupaten Gorontalo Rp 1,2 triliun. Sementara untuk dana desa ke Gorontalo mencapai Rp 540,5 miliar.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie usai menerima DIPA, kemarin mengatakan, Presiden Joko Widodo meminta agar pemerintah daerah melakukan penghematan anggaran untuk hal hal yang tidak penting. Contohnya biaya makan minum, rapat-rapat, perjalanan dinas, barang habis pakai. “Hal itu harus dilakukan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan agar benar benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,”kata Rusli Habibie. (alx/hg)