Rp 22 M for Bandara Pohuwato Dikucurkan Kemenhub, Pekerjaan Mulai Februari

Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga didampingi Kadis Perhubungan Provinsi Gorontalo, Djamal Nangro dan Kepala Bandara Gorontalo, Power A.S. Sihaloho saat bertemu dengan Dirjen Bandar Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso, Kamis (11/1) kemarin. (Foto Humas Usman)

Hargo.co.id-Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga didampingi Kadis Perhubungan Provinsi Gorontalo, Djamal Nangro dan Kepala Bandara Gorontalo, Power A.S. Sihaloho saat bertemu dengan Dirjen Bandar Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso, Kamis (11/1) kemarin. (Foto Humas Usman)

POHUWATO MADANI -GP-Kabar gembira untuk masyarakat Pohuwato. Yakni, pengerjaan Bandara Pohuwato akan dimulai pada Februari mendatang setelah mendapat anggaran dari Kementerian Perhubungan sebanyak Rp 22 miliat.

Bandara yang terletak di Desa Imbodu, Kecamatan Randangan dirintis sejak 2006 oleh Pemkab Pohuwato. Sebagaimana pertemuan Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga didampingi Kadis Perhubungan Provinsi Gorontalo Djamal Nangro dan kepala bandara Gorontalo selaku KPA/PPK, Power A.S. Sihaloho saat bertemu dengan Dirjen bandar udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso kemarin (11/1).

Pada pertemuan tersebut membahas rencana pekerjaan bandara yang nanti akan dilaksanakan paling cepat awal Februari 2018 ini jika tak ada aral melintang.

“Alhamdullah tahun anggaran 2018 ini pembangunan Bandara Pohuwato mendapatkan anggaran kurang lebih Rp 22 miliar, sehingga pekerjaannya akan dilaksanakan dalam waktu dekat,” ungkap Syarif Mbuinga.

Sejauh ini, Pemkab Pohuwato telah menyiapkan lahan pembangunan bandara bahkan pengerasan untuk landasan pacu yang menjadi kebutuhan. Dengan harapan kehadiran bandara bisa membantu masyarakat dalam hal mempermudah akses transportasi udara yang ada di wilayah Barat Provinsi Gorontalo bahkan sebagian wilayah Provinsi Sulawesi Tengah yang berbatasan dengan Kabupaten Pohuwato.

Alasan pembangunan bandar udara tersebut, kata Syarif Mbuinga untuk memperpendek rentan kendali masyarakat. Karena jarak tempuhnya melalui darat bisa menghabiskan tiga hingga empat jam jika menuju bandara udara Djalaludin Gorontalo. Selain itu Dengan adanya bandara udara ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah barat.

“Semoga pembangunan bandara Pohuwato berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada kendala, dengan demikian maka pembangunan ini akan berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” bebernya. (tr-30/hg)