RSI Rumahkan 18 Tenaga Medis

ilustrasi PHK

GORONTALO – Hargo.co.id  Rumah Sakit Islam (RSI) Kota Gorontalo memberhentikan 18 tenaga rumah sakit secara mendadak tanpa alasan yang jelas. Dari 18 tenaga rumah sakit yang terdiri dari perawat 15 orang, farmasi 2 orang dan gizi 1 orang ini menuntut hak mereka.

Menurut keterangan salah satu perawat yang meminta namanya tidak dikorankan ini, bahwa pemberhentian ini dilakukan secara sepihak tanpa ada pembicaraan terlebih dahulu.

Padahal mereka sudah berbulan-bulan bekerja di rumah sakit yang berlokasi di jalan HB Yasin eks jalan Agus Salim Kota Gorontalo ini, “Tidak tahu ada salah apa, tiba-tiba dipecat begitu saja,” ungkapnya.

Selain itu, jika memang sudah diberhentikan, hak-hak mereka seperti kompensasi juga tidak dipenuhi, “Kami tidak menerima pesangon apa-apa dari rumah sakit.

Kami tidak terima di berhentikan. Mereka (rumah sakit,red) memberhentikan harus punya dasar, toh tiba-tiba kami di pecat,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSI Kota Gorontalo, dr Dahlan Monoarfa, mengatakan, sejatinya pihak 18 tenaga rumah sakit tersebut tidak dipecat. Namun karena keterbatasan anggaran dari rumah sakit yang tidak bisa lagi membayar honor mereka.

“Jadi, mereka kami rumahkan,” ungkap Dahlan. Disinggung soal kompensasi, pihak rumah sakit tetap akan memenuhinya karena 18 tenaga kerja rumah sakit tersebut dirumahkan secara baik-baik, “Untuk itu, kalau ingin menuntut kompensasi atau pesangon, silahkan hubungi kami terlebih dahulu,” pungkasnya.(tr-53/hg)