Rumah dan Masjid Nyaris Terbakar Akibat Korslet

WARGA Desa Pentadio digemparkan Masjid Al Furqan, nyaris dilalap si jago merah, ba’da Isya, sekitar pukul 20.35 Wita.

Hargo.co.id Gorontalo – Sebuah rumah milik Yusran (30) di Kelurahan Kayumera, Limboto, Kabupaten Gorontalo nyaris saja terbakar akibat korslet, kemarin, Jumat (1/12). Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Pentadio, Telaga Biru, dimana sebuah masjid nyaris dilalap si jago merah karena korslet, sehari sebelumnya.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, rumah yang ditinggali Yusran bersama isterinya, Juwita Sari Kamba (29) dan kedua anaknya itu tiba-tiba dipadati warga menyusul salah seorang warga melihat adanya percikan api dari salah satu kabel listrik. Warga yang ada di sekitar pun histeris.

Setelah dilakukan pemadaman arus listrik, warga pun langsung menyirami kabel yang sudah terbakar menggunakan peralatan seadanya. Tak berselang beberapa menit, para petugas pemadam kebakaran Kabupaten Gorontalo datang dan langsung melakukan penyiraman dan pengecekan api yang masih tersisa.

Ka Pulu, warga setempat mengatakan dirinya saat itu berada di depan rumah kemudian mendengar warga histeris. “Pokoknya, saat listrik mati, saya deng warga lain langsung cari selang,” ujarnya.

Kepala Unit Damkar BPBD Kabupaten Gorontalo, Farid Taha, melalui petugas lapangan, Deni Gosal, mengatakan, kebakaran di rumah Yusran tersebut tidak sampai melalap ke seluruh bagian rumah. Beruntungnya, api bisa langsung dipadamkan. “Sementara ini, penyebabnya karena korslet,” kata Deni.

Sehari sebelumnya, di Desa Pentadio, Masjid Al Furqan, nyaris dilalap si jago merah, ba’da Isya, sekitar pukul 20.35 Wita. Awalnya, listrik di sekitar lokasi sempat padam. Saat menyala, kabel yang ada di dalam masjid mengeluarkan percikan api yang cukup besar.

“Orang-orang sudah berteriak, saya langsung matikan sekring di rumah,” kata Husen Laminula (50), yang rumahnya tepat berada di belakang masjid. Husen menambahkan, mereka sangat trauma dengan kebakaran, karena di desanya ini sering terjadi kebakaran.

Petugas PLN langsung datang ke lokasi disusul oleh dua mobil damkar. Untuk mengkonfirmasi hal tersebut, petugas teknis lapangan PLN menyatakan bahwa peristiwa itu bukanlah korsleting. “Ini karena lose contact atau kelebihan beban,” kata petugas itu kemudian menghimbau agar warga langsung cepat melaporkan ketika melihat semacam ada percikan api di sebuah kabel, baik percikan kecil maupun besar.

Terpisah Provost Damkar, Ibrahim Daulima, menghimbau warga untuk segera melaporkan sedini mungkin bilamana ada ancaman kebakaran baik kecil maupun besar.

Sebagai informasi, jika warga melihat atau mengetahui perihal korsleting atau ancaman kebakaran lainnya, langsung melaporkan ke nomor piket 24 jam damkar: 081243544431 atau 085399799400, PLN:(0435)881325 atau Nomor pusat 123.(tr-56/tr-58)