Sadar Kapan Harus Berubah (Seri 1)

AZRUL ANANDA

Oleh: AZRUL ANANDA
(Dulu yang bikin DetEksi)

HALAMAN  DetEksi telah merevolusi bagaimana koran mendekati pembaca muda. Halaman DetEksi telah mengantarkan Jawa Pos menjadi koran dengan pembaca terbanyak di Indonesia. Halaman DetEksi bahkan telah mengantarkan Jawa Pos meraih penghargaan sebagai koran terbaik di dunia.

Karena itulah DetEksi –dan halaman anak muda lain di koran-koran Jawa Pos Group– sudah waktunya ditutup.

Selamat tinggal DetEksi. Selamat datang Zetizen.

Tanggal 26 Februari 2000, halaman DetEksi kali pertama terbit di koran Jawa Pos. Halaman untuk anak muda, dikerjakan sepenuhnya oleh anak muda.

Protes bermunculan dari pembaca. Banyak bilang halaman ini tidak berguna. Banyak orang tua takut anak-anaknya bakal terpengaruh. Apalagi, tema-tema yang diusung waktu itu tergolong “berani” dan “terbuka” untuk masyarakat yang belum terbiasa dengan kebebasan dan keterbukaan baru anak mudanya.

Bukan hanya diprotes. Didemo juga pernah! Oleh sebuah universitas, yang merasa DetEksi terlalu mengungkap kehidupan anak muda.

Aneh, universitas kan tempat untuk mengantarkan pelajar/anak muda ke dunia nyata. Lha ini universitas malah tidak mau menerima kenyataan dunia!
Sejak hari itu, saya berjanji tidak mau menerima lulusan universitas itu untuk bekerja di tempat saya. Wkwkwkwk…

Tahun 2000 itu (saya masih 22 tahun waktu DetEksi pertama terbit), kalau ditanya DetEksi untuk apa, ya saya jawab untuk masa depan.

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →