Sama-sama Ikut Penjaringan di Demokrat, Marthen-Budi Mulai Bertarung!

Kiri - Walikota Marten Taha bersama Ketua Demokrat Gorontalo Gusar Ismail semalam. Kanan - Wakil Walikota Budi Doku menerima formulir pendaftaran yang diserahkan tim penjaringan Pilwako Partai Demokrat, kemarin.

GORONTALO Hargo.co.id – Semakin tipis peluang bagi Walikota Marthen Taha dan Wakil Walikota Budi Doku untuk bisa berpasangan kembali di Pilwako 2018 mendatang. Pasalnya pecah kongsi antara dua tokoh yang kini sedang memimpin Kota Gorontalo itu, semakin nyata.

Saat Partai Demokrat sekarang ini sedang membuka penjaringan Calon Walikota, Marthen Taha dan Budi Doku sama-sama memutuskan ikut dalam kompetisi perebutan rekomendasi calon walikota dari partai berlogo segitiga mercy itu. Keikutsertaan Marthen Taha dan Budi Doku dalam penjaringan Demokrat, sepertinya akan menjadi babak awal pertarungan dua kader Golkar tersebut untuk kepentingan Pilwako 2018.

Marthen Taha berencana mendaftar dalam penjaringan Demokrat pada 22 April mendatang. “Alhamdulillah formulirnya sudah saya kantongi dan saya pelajari persyaratannya, dan Insha Allah tanggal 22 April mendatang baru akan diserahkan, dan resmi mendaftarkan diri,” ujar Marten Taha.

Tadi malam Marthen Taha melakukan pertemuan dengan para petinggi Demokrat seperti Ketua DPD Gusnar Ismail, Sekretaris DPD Arifin Djakani, serta Ketua DPC, Erman Latjengke serta sejumlah pengurus Demokrat Kota Gorontalo. Pertemuan berlangsung mulai pukul 20.00 Wita, dan baru berakhir sekitar pukul 23.00 wita di restoran Golden Fish.

Meskipun berlangsung santai, namun pertemuan itu tertutup. Sehingga awak media baru berkesempatan menggali informasi terkait topic pembicaraan usai pertemuan.

Saat diwawancarai Gorontalo Post (grup Hargo.o.id), Marten Taha menyampaikan, pertemuannya dengan Partai Demokrat Gorontalo tersebut baru sebatas silaturahim. “Ya, ini masih merupakan pertemuan kekeluargaan secara politik saja, kita saling bersilaturahim sambil bertukar fikiran, bertukar informasi dan pandangan,” kata Marten Taha.

Hanya saja Marten tidak menampik, jika disela perbincangan ringan tersebut, ada topik politik yang sempat mengalir terkait komitmen koalisi antara Golkar dan Demokrat dalam kancah Pilwako Gorontalo 2018 mendatang.

Menurut Marten, koalisi politik menjadi hal mutlak di Pilwako 2018 mendatang. Karena tak satupun parpol di Parlemen Kota Gorontalo yang memiliki syarat penuh untuk mengusung pasangan calon. “Dan saya sudah menyampaikan kepada Partai Demokrat bahwa ada keinginan dari Golkar untuk berkoalisi dengan Demokrat. Kita ketahui pula dalam Pilkada Gubernur belum lama ini, Golkar dan Demokrat juga berkoalisi.

Alhamdulillah, Demokrat sudah menyampaikan kepada saya, bahwa ketika saya resmi mendaftar dan masuk bursa penjaringan bakal calon dari Demokrat, maka mulai saat itu juga saya sudah memiliki hak untuk disosialisasikan dan mensosialisasikan menggunakan Demokrat, disamping tentu kapasitas saya selaku kader Golkar,” kata Marten.

Marten Taha melanjutkan, jika dirinya akan mengikuti tahapan demi tahapan yang akan dilaksanakan dalam bursa penjaringan oleh Partai Demokrat tersebut. “Juga tentu jika ada kesempatan koalisi dan penjaringan figure eksternal yang ikut dibuka oleh partai lainnya, Insya Allah Golkar siap untuk berkoalisi,” ujarnya.

Soal kriteria figur yang dianggap pas mendampinginya dalam pencalonan Pilwako nanti, Marten hanya menjawab diplomatis, bahwa semua masih dalam proses. “Kita tentu masih akan menunggu hasilnya. Yang menjadi fokus tentu adalah koalisi dan persahabatan politik yang tengah kita bangun saat ini,” kata Marten Taha.

Sementara itu, Ketua DPD Demokrat Provinsi Gorontalo Gusnar Ismail menuturkan ikut membenarkan jika ada rencana koalisi antara Demokrat dan Golkar dalam menjelang Pilwako 2018 mendatang.

“Yang jelas kita tengah menjaring figure baik internal maupun external Partai Demokrat, untuk diusung sebagai Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota, disamping pula kita membangun koalisi politik yang sehat, dalam menghadapi Pilwako mendatang,” ujar Gusnar.

Sementara itu,Budi Doku memastikan diri ikut penjaringan Partai Demokrat setelah tadi malam (17/4), dia bertemu dengan sejumlah personil tim sembilan partai Demokrat Kota Gorontalo yaitu Jemmy Mamangkey dan Syamsu Bahri Daud di sekitar pukul 20.00 wita di kediaman pribadi.