Sambar Mobil, Tabrak Dua Siswa, Mobil pun Dibakar Lihat Fotonya!

ilustrasi

Hargo.co.id GORONTALO – Niat Iswahyu Cahyo Pratomo menghadiri hajatan kerabatnya di Limboto, Kabupaten Gorontalo buyar, Sabtu (11/11) pukul 19.30 wita. Warga Desa Boroko, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaangmongondow Utara (Bolmut) itu dihadang sekelompok orang saat melintas di Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa. Nahas, ketika berupaya menyelamatkan diri, pria 56 tahun itu justru menabrak dua siswi. Satu meninggal, satunya kritis. Emosi warga tersulut. Mobil Suzuki pikap DM 8268 BC yang dikendarai Iswahyu dibakar saat itu juga.

Hingga berita ini dilansir tadi malam pukul 20.00 wita, Iswahyu sudah diamankan di Polres Gorontalo. Bangkai mobil pikap masih berada di lokasi. Fadila Ismail (17), siswi yang meninggal sudah dikebumikan, Ahad (13/17). Sementara Mayang Daud (17), siswa yang selamat masih dikritis dan ditangani intensif di RS MM Dunda Limboto.

Peristiwa nahas yang dialami Iswahyu berawal ketika ia berangkat dari Buroko menuju Gorontalo, Sabtu (11/11) sore pukul 17.00 wita. Ia hendak menghadiri hajatan kerabatnya yang digelar di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Dari Buroko, Iswahyu berangkat seorang diri. Ia mengendarai Suzuki Pikap warna putih DM 8286 C.

Ketika melintas di wilayah Desa Labanu, Kecamatan Tibawa, Iswahyu berusaha melambung sebuah mobil kontainer. Di saat sudah melewati separo badan kontainer, dari arah berlawanan datang sebuah mobil minibus. Lantaran sudah terlanjur melambung, Iswahyu terus tancap gas.

Sebaliknya, pengendara mobil dari arah berlawanan juga ikut melaju. Kaca spion pikap yang dikemudian Ishwayu bersenggolan badan mobil yang bergerak berlawanan.

“Karena saya pikir mobil yang di sebelah tidak apa-apa, saya terus saja. Tapi tidak tahunya mereka balik mengejar,” ujar Iswahyu yang mengaku tak tahu persis kendaraan yang berpapasan dengannya.

Menurut Iswahyu, dirinya baru tahu dikejar saat akan memasuki Desa Iloponu. Tapi belum sempat berhenti, Iswahyu melihat sejumlah warga berupaya menghadangnya menggunakan bangku. Khawatir menjadi sasaran amuk massa, Iswahyu memilih untuk tetap melanjutkan perjalanan. Ia mendunga, pengemudi mobil yang berpapasan dengannya mengontak warga untuk menghadangnya di Desa Iloponu.

Krrassh… Kaca depan dan samping kiri mobil pikap yang dikendarai Iswahyu pecah terkena lemparan batu. Kondisi itu membuat ayah satu anak itu makin panik. Ia lantas memacu kembali pikapnya untuk menyelamatkan diri. Nahas, di saat sedang menyelamatkan diri dari amuk massa, Iswahyu tak lagi memperhatikan sepeda motor Suzuki bebek DM 4836 BH di depannya.

Sepeda motor tersebut dikendarai Fadila Ismail berboncengan dengan Mayang Daud. Kedua siswa kelas II, SMA Negeri 1 Tibawa itu hendak pulang ke rumahnya di Desa Iloponu setelah belajar kelompok di rumah rekannya yang juga berada di Desa Iloponu.