Sarang Togel di Mongolato Digrebek Aparat Kepolisian

Ilustrasi

Hargo.co.id GORONTALO РBerbagai cara yang dilakukan warga untuk mendapatkan penghasilan, meskipun harus mengadu nasib dengan cara-cara yang tidak halal, seperti halnya berjudi togel.  Parahnya lagi hal ini sepertinya telah menjadi seni dan mendarah daging bagi sebagian masyarakat di Gorontalo.

Meski petugas kepolisian tak henti-hentinya menggembar-gemborkan perang terhadap judi Togel serta diikuti dengan tindakan tegas, faktanya masyarakat tak pernah jerah.

Seperti yang dialami oleh 6 warga kecamatan telaga yang berhasil diamankan Satuan Reskrim polres gorontalo, ke enamnya diamankan setelah Petugas Polres Gorontalo membongkar sarang judi di desa Mongolato Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo.

Informasi yang dihimpun Gorontalo Post ( group Hargo), penggerebekan itu dilakukan sekitar pukul 20.00 wita. Bermula dari adanya informasi masyarakat terkait adanya praktek judi togel di rumah warga setempat. Saat penggerebekan polisi menemukan para pelaku yakni RA alias Omi(penngecer), dan tiga pemasang togel yakni RH alias Rasyid, YH alias Yusuf dan SI alias Saman.

Petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tuna Rp 258 ribu dan sejumlah alat togel lainya. Dari hasil pengembangan dari para pelaku, polisi kembali menangkap perempuan bernama Lila di Desa Bulila, Telaga sebagai agen togel. Dari tangan Lila berhasil diamankan uang Rp 439 ribu dan alat togel lainya.

Ditempat terpisah petugas Polres Bone Bolango menangkap dua pengecer kupon Togel di Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol). Masing-masing, AT (47) warga Desa Oluhuta dan NM (30) yang merupakan sub agen togel Desa Olihuta Utara.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, penangkapan terhadap AT dan NM bermula ketika petugas mendapatkan informasi dari masyarakat terkait dengan aksi AT yang diduga biang keladi yang selalu mengedarkan kupon putih itu. Dari informasi tersebut, petugas kemudian langsung menggrebek AT dikediamannya.

Setelah membekuk AT, petugas sambil membawa tersangka menuju rumah NM yang diduga sub agen. NM digrebek di rumahnya dan langsung dibekuk tanpa perlawanan. Dari NM, petugas menyita 3 buah handphone, 2 buku album kecil rekapan togel, 1 buah kalkulator dan uang Rp.448.500 yang diduga merupakan hasil penjualan kupon.

Kepala Bagian Humas Polda AKBP Susanto S. Bagus Santoso, mengatakan, kasus Judi Togel kini menjadi salah satu pekat yang cukup meresahkan. Karena itu pihak Polda Gorontalo bersama Polres jajaran akan terus melakukan tindakan hukum terhadap para pelaku.

Ia juga mengharapkan agar masyarakat dapat berpartisipasi memberikan informasi terkait kasus perjudian togel ini.
“Atas dugaan kejahatan yang dilakukan AT dan NM, ke duanya dijerat Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp 25 juta,” tandasnya. (roy/tr-50/hargo)