SAVE DANAU LIMBOTO!

REVITALISASI - Kondisi Danau limboto saat ini yang terus dilakukan pengerukan dan pembuatan tanggul program revitalisasi Danau Limboto, Rabu (30/3).

Hargo.co.id GORONTALO – Danau Limboto yang merupakan salah satu aset Provinsi Gorontalo, kini terancam tinggal nama.

Danau yang  Luasnya dulu yang mencapai 7 ribu hektar, sekarang tinggal 1.700-an hektar. Begitu pula kedalaman airnya.

Bila pada era 1930-an mencapai 30 meter, saat ini tinggal 2-2,5 meter saja. Beragam ikan khas seperti hulu’u, payangga maupun manggabai yang dulunya melimpah, semakin jarang dijumpai.

Seperti itulah kondisi Danau Limboto. Dari tahun ke tahun, kondisi Danau Limboto semakin kritis. Bahkan pada 2009 silam, dalam Konferensi Nasional Danau Indonesia di Bali, Danau Limboto masuk dalam 15 danau prioritas untuk direhabilitasi.

Namun, hampir 7 tahun berlalu pasca penepatan sebagai danau prioritas untuk rehabilitasi, kondisi Danau Limboto tak kunjung membaik. Bahkan seperti mengidap penyakit kronis.

Areal lahan basah (yang digenangi air,red) semakin hari semakin susut. Sebagai gambaran, pada tahun 2010 kompleks lokasi museum pendaratan Presiden RI Soekarno di Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo cukup dekat dengan air Danau Limboto.

Dalam artian hanya berjarak sekitar 10 meter, dari gedung museum pendaratan Soekarno, sudah masuk kawasan Danau Limboto.