Sedikit Penyandang Cacat Mandiri Secara Ekonomi

ilustrasi

Hargo.co.id Gorontalo – Keberadaan penyandang cacat atau dissabilitas di Kota Gorontalo masih belum bisa diatasi secara maksimal. Fenomena ini masih terlihat dengan adanya para penyandang cacat (dissabilitas) yang masih berkeliaran di jalanan Kota Gorontalo.

Seperti pantauan Gorontalo Post, kemarin, Rabu (5/12), salah seorang penyandang cacat yang sedang memegang tongkat dengan kaki sebelah yang tidak sempurna berkeliaran. Bahkan, sering kali penyandang cacat dijadikan sebagai “berkah” tersendiri karena dijadikan modal untuk menjadi gelandangan dan pengemis alias gepeng.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Perlindungan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Kota Gorontalo, Endang Hulumudi, tidak membantah masih banyak penyandang cacat berkeliaran. Namun hal itu sudah dalam pengawasan dinas sosial.

Menurutnya, pihaknya selama tahun 2017 sudah melakukan pembinaan melalui program Asistensi Sosial Penyandang Dissabilitas Berat (ASPDB) sebanyak 20 orang. Mereka semua, kata Endang, terdaftar atas kerja sama pihak keluarga yang bersangkutan untuk melakukan pembinaan dan pelatihan agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.

“Yang kami lakukan untuk menangani masalah ini adalah melakukan penertiban, lalu kami lakukan pembinaan melalui program Usaha Ekonomi Produktif dengan melakukan pelatihan-pelatihan seperti kursus menjahit, kemudian kami belikan peralatan menjahit, memasak, menyulam sesuai kemampuan, minat serta kreativitas dari penyandang cacat itu sendiri,” ujar Endang.

Dari 20 peserta tersebut, tambah Endang, sudah ada 3 orang yang mandiri dan menghasilkan barang yang bermanfaat dan bernilai. “Mereka sudah ada peningkatan kehidupan ekonomi. Sisanya, mereka benar-benar belum bisa meningkatkan kehidupan ekonominya secara penuh dan masih membutuhkan pendampingan,” kata Endang.

Dia mengklaim, program dari Dinas Sosial Kota Gorontalo sudah maksimal, akan tetapi masih membutuhkan anggaran tambahan untuk mengurusi penyandang cacat tersebut.

“Kami ini terkendala dengan anggaran untuk membantu para penyandang cacat. Kami butuh adanya sponsor dari para pengusaha yang ada di kota Gorontalo dan juga anggaran dari Pemerintah Kota Gorontalo untuk memberdayakan para penyandang cacat ini,” pungkasnya.(TR-59/hg)