Sekkot Gorontalo, Penentu di Tangan Walikota Marten Taha

GORONTALO,hargo.co.id – Usai sudah tahapan seleksi calon Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Gorontalo. Tiga nama sudah diserahkan panitia Seleksi (Pansel) Sekkot Gorontalo ke Walikota Gorontalo Marten Taha, Selasa (18/4).

Mereka masing-masing Ismail Madjid (Kepala Bappeda Kota Gorontalo), Irwan Hamzah (Kadis Pariwisata Kota Gorontalo) serta Muhammad Suprizal Yusuf (Kadis Sosial Kabupaten Gorontalo Utara). Peluang dari tiga pejaba ini jelas terbuka lebar.

Namun dibalik peluang itu, Pansel sendiri sudah menempati nama calon Sekkot berdasarkan rangking pertama. Namun itu tak jadi garansi. Artinya yang berhak menempati kursi Sekkot berada di tangan Walikota Gorontalo Marten Taha.

Ketua Pansel Penjaringan Sekkot Gorontalo Rauf Hatu mengatakan, meskipun urutan rangking telah didapatkan, yang berhak memilih Sekkot adalah Walikota selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

“Namun sebelum itu, Walikota selaku PPK akan memerintahkan Kepala BKD untuk bersama sama dengan Pansel untuk melakukan konsultasi dengan Komisi ASN guna melaporkan hasil seleksi Sekkot yang telah dilaksanakan,” kata Guru Besar Universitas Negeri Gorontalo (UNG) itu.

Dari hasil konsultasi bersama Komisi ASN tersebut, selanjutnya Komisi ASN akan mengeluarkan rekomendasi kepada Walikota selaku PPK untuk menetapkan satu figur dan melantiknya sebagai Sekretaris Daerah.

“Dalam mekanisme yang ada, tidak disebutkan batas waktu penetapan dan pelantikkan Sekkot terpilih. Tapi tentunya proses penetapan dan pelantikan tersebut akan lebih baik jika dilakukan secepatnya setelah rekomendasi Komisi ASN dikeluarkan,” urai Rauf Hatu.

Lebih lanjut Rauf Hatu menjelaskan, beberapa tahapan seleksi yang dilakukan pasca seleksi administrasi antara lain, kompetensi Psikometri yang dilakukan oleh psikolog, kompetansi bidang, dan track record atau rekam jejak. “Untuk seleksi kompetensi psikometri, kami melibatkan psikolog dari Universitas Negeri Gorontalo, “ ujar Rauf.

Sementara itu, untuk seleksi kompetensi bidang atau menejerial, menurut Rauf, Pansel membagi dalam dalam dua tahap, yang pertama adalah seleksi tertulis, dimana dalam seleksi tertulis tersebut ke enam kontestan diwajibkan membuat sebuah makalah singkat dengan komposisi 5 sampai 7 halaman dan dikerjakan di tempat seleksi.

“Untuk tema makalah ini bahasannya terkait langkah strategis yang akan diambil dalam mewujudkan Kota Gorontalo sebagai Smart City, dan bagaimana mewujudkan ASN yang memiliki pelayanan prima,” kata Rauf.

Tahap kedua dalam uji kompetensi bidang atau menejerial ini adalah tahap wawancara, dimana para kontestan akan dilibatkan dalam diskusi panel, masing masing satu kontestan akan menghadapi 7 anggota Pansel.

“Setelah tahap kompetensi bidang ini kita laksanakan, selanjutnya kita melakukan penelusuran rekam jejak masing masing figur” jelasnya.

Seluruh tahapan seleksi tersebut oleh Pansel dinilai dengan mekanisme penilaian yang telah ditentukan, selanjutnya, dilakukan pengakumulasian nilai dari tiga tahapan seleksi yang dilanjutnya dengan perangkingan dan diakhiri dengan pleno penetapan tiga besar hasil seleksi Pansel.

“Nah, sebelum Pansel melaksanakan pleno penetapan, maka hasil perengkingan dan beserta indikatornya yang kita dapat dari hasil seleksi kemudian kita laporkan ke Walikota selaku PPK di Kota Gorontalo,” ujar Rauf Hatu.

Walikota sendiri lanjutnya, selaku PPK kemudian melakukan wawancara langsung dengan enam kontestan dan kembali mengkoordinasikan dengan Panitia seleksi. Tak sampai disitu, Pansel juga telah melaporkan enam nama kontestan tersebut ke pihak DPRD Kota Gorontalo. “Setelah itu barulah Pansel melakukan Pleno dan Alhamdulillah siang tadi, (kemarin,red) kami telah menetapkan tiga besar calon Sekkot Gorontalo berdasarkan hasil perenkingan oleh Pansel,” katanya.(gip/hargo)

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →