Semua Satpam RS Bunda Belum Tersertifikas

Petugas Dit Binmas Polda Gorontalo saat memeriksa dan mendata Satpam di RS Bunda Kota Gorontalo belum memiliki sertifikat Gada Pratama.

KOTA – Hargo.co.id Sosialisasi tentang kompetensi Satuan Pengamanan (Satpam) yang ada di Gorontalo terus dilakukan Direktorat Binmas Polda Gorontalo. Sayangnya ketika hendak melakukan sosialisasi terhadap para Satpam yang ada di Rumah Sakit Bunda Kota Gorontalo.

Petugas Binmas Polda Gorontalo kurang mendapat respon yang baik. Padahal, dari hasil pendataan yang dilakukan petugas, enma Satpam yang ada di RS Bunda Kota Gorontalo semuanya belum Tersertifikasi atau memiliki sertifikat Gada Pratama (GP) yang dikeluarkan Polda Gorontalo.

Hal ini disampaikan Kasubdit Satpam Dit Binmas Polda Gorontalo Kompol Berty Runtukahu kepada Gorontalo Post, Jumat (21/4). “Dari hasil pendataan yang kami lakukan, tercatat enam Satpam yang dipekerjakan pihak RS Bunda Kota Gorontalo belum memiliki sertifikat Gada Pratama,”kata Berty Runtukahu.

Padahal ditegaskan Mantan Kabag Ops Polres Bone Bolango ini, sesuai dengan Perkap Nomor Pol. 24 Tahun 2007 tentang Sistem Pengamanan Manajemen Perusahaan/Instansi Pemerintahan. Setiap petugas keamanan wajib memiliki sertifikasi Gada Pratama.

Untuk mendapatkan sertifikat tersebut, sesuai dengan Perkap No Pol. 18 Tahun 2006, ada tiga tingkatan jenjang pendidikan yang harus dilalui petugas keamanan atau kerap disebut satpam.

Salah satunya adalah pelatihan dasar atau Gada Pratama yang merupakan pelatihan dasar wajib bagi setiap calon anggota satpam. Lama pelatihan dasar ini empat minggu dengan pola 232 jam pelajaran.

Berty menambahkan, saat ini pihaknya belum memberikan sanksi kepada petugas yang ditemukan tidak mempunyai legalitas sesuai aturan yang berlaku. Pasalnya, kegiatan yang dilakukan tersebut baru sebatas pemeriksaan awal sekaligus sosialisasi.

“Jadi ini baru sosialisasi, kalau masih ada BUJB dan perusahaan-perusahaan mempekerjakan satpam tanpa sertifikat dan pelatihan gada Pratama, bisa kita kenakan sanksi, baik pidana dan sanksi administrasi.

Untuk petugas Satpam-nya sendiri jika dalam razia pekan depan masih ditemukan ada Satpam tak memiliki legalitas maka kita akan melepas atribut Satpam tersebut,”tegas Berty Runtukahu sembari menghimbau bagi instansi/perusahaan pengguna Satpam dapat mengecekan KTA dan ijazah Satpam karena masih banyak yang ditemukan anggota Satpam dalam bertugas tidak memiliki legalitas atau belum ikut pendidikan.

Dikonfirmasi terpisah Humas RS Bunda, Kota Gorontalo, Upik Pala membantah bahwa Satpam atau security yang melakukan penjagaan di RS Bunda, tidak terdaftar di pihak kepolisian.

Upik menyatakan, kedatangan sejumlah anggota kepolisian ke Rumah Sakit Bunda Kota Gorontalo, beberapa waktu lalu, bukan untuk melakukan razia, melainkan hanya untuk menjenguk anggota Polda Gorontalo yang saat itu tengah dirawat di RS Bunda Kota Gorontalo.

Bersamaan dengan itu, salah seorang anggota Polda Gorontalo kemudian melihat satpam RS Bunda yang menggunakan logo Polda Gorontalo di lengan bajunya. Saat itu juga, oknum anggota Polda Gorontalo itu langsung menanyakan perihal penggunaan logo Polda itu, karena menurutnya logo itu hanya boleh digunakan oleh Satpam yang telah melalui pelatihan yang dilakukan oleh Polda Gorontalo.

“Mereka bukan razia, tapi hanya menjenguk rekan mereka yang dirawat di sini, jadi tidak benar kalau itu razia satpam,” tegasnya. Lagipula menurut Upik, Satpam RS Bunda Kota Gorontalo, sudah terdaftar di Binmas Polres Gorontalo Kota.

Untuk urusan pelatihan sendiri menurut Upik, bukan tidak ingin mereka lakukan, tapi memang personil satpam yang ada di RS Bunda sangat terbatas, sehingga sangat sulit jika harus mengikutkan satpam dalam pelatihan.

“Tahun ini memang ada perekrutan personil satpam, yang nantinya akan diikutkan dalam pelatihan di Polda Gorontalo, jadi bukan kami tidak ingin ikut pelatihan” terangnya. Olehnya Upik menegaskan, Pihak RS Bunda Kota Gorontalo, tetap patuh dalam ketentuan yang berlaku. (roy/tr-45/hg)