Senggol Sepi Pengunjung Omset Pedagang Berkurang, Mainan Satu Ini Laris Manis

Suasana pasar Senggol di Kota Gorontalo, tadi malam, (19/6) tak lagi seramai beberapa tahun lalu. INSERT : Mainan Spinner yang laris manis dijual pedagang pasar Senggol. (foto : Yudhistirah/GP).

Hargo.co.id GORONTALO – Suasana pasar Senggol yang rutin digelar di Kota Gorontalo saat akhir Ramadan tak lagi seramai dahulu. Bila dibandingkan dengan tahun-tahun kemarin, animo masyarakat untuk berkunjung ke Pasar Senggol menurun. Tak heran bila para pedagang yang membuka lapak Senggol mengeluh, omset mereka berkurang.

Biasanya baru beberapa hari saja senggol digelar, omset para pedadang sudah bisa mencapai lebih dari setengah modal. Namun kali ini, sudah lebih dari sepekan pasar digelar, setengah modal pun belum tercapai.

Dari Pantauan Gorontalo Post, pada Senin, (19/6), lorong antar lapak yang biasanya sesak dengan pengunjung lalu lalang, kini terlihat agak renggang. Bukan saja itu. Di tahun kemarin, dari sejak pintu masuk baik di kawasan Pasar Sentral, maupun pertokoan Kota, para penjual pakaian dan perlengkapan idul fitri berjubelan. Namun sekarang keberadaan para penjual pakaian agak berkurang.

“Banyak teman-teman (pedagang pakaian,red) yang dari Manado memilih berjulan ke Kotamobagu. Sehingga bila tahun lalu mereka berjualan di sini (di Gorontalo,red), tahun ini tidak lagi,” ungkap beberapa pedagang pasar Senggol yang ditemui semalam (19/6).
Menurut mereka, faktor lokasi dan jarak yang dekat menjadi pertimbangan berkurangnya pedagang asal luar daerah ke Gorontalo. Faktor lainnya adalah pertimbangan harga dan biaya operasional.

“Dampaknya cukup terasa Pak. Biasanya memasuki minggu terakhir Ramadan, sudah pulang modal. Tapi sekarang belum pulang modal. Insya Allah satu dua hari kedepan lebih ramai,” tutur para pedagang.

Sementara itu penelusuran Gorontalo Post, walaupun tak sebanyak beberapa tahun lalu, pakaian dan asesoris lebaran masih mendominasi lapak-lapak pasar senggol. Demikian pula barang pecah belah. Menariknya, bukan hanya kebutuhan lebaran, aneka permainan ikut dijajakan pembeli. Seperti mainan spinner.

Barang ini terhitung paling laris manis, disamping sarung dan kopiah serta keperluan alat-alat rumah tangga, seperti Gorden, dan taplak meja. “Tapi yang paling laris adalah mainan spinner ini. Belakangan ini, mainan tersebut banyak digandrungi para remaja,” ujar Rizal, salah seorang pedagang.

Sementara itu suasana berbeda di sejumlah distro dan pedagang pakaian dadakan di pinggiran jalan. Lokasi tersebut dijubeli para warga, terutama kawula muda. Salah satu distro yang terletak di Jl. Jaksa Agung Suprapto, misalnya. Sejak sore hingga menjelang malam, para pengunjung datang silih berganti.

Tak jauh berbeda, suasana serupa juga terlihat di distro yang ada di Jl. H.O.S Cokroaminoto. Malah dengan tawaran harga miring, pusat perbelanjaan pakaian itu kerap menjadi incaran kawula muda.(tr-45/tr-30/hg)