Sering Diejek Beda Planet, Kedubes Bekasi Buka Booth Paspor

Anggota Kedubes Bekasi Muhammad Khalid di Popcon Asia 2017 (YESIKA DINTA/JAWAPOS.COM)

Hargo.co.id – Industri kreatif di Indonesia terus berkembang dengan pesat. Karya-karya anak muda semakin banyak bermunculan baik yang melalui label atau penerbit maupun rumah produksi sendiri. Seperti yang ada di Popcon Asia 2017. Dari olok-olok, menjadi produk kreatif.

Di Bekasi, ada sebuah komunitas unik yang hadir untuk menampung aspirasi seni dan kreatif anak muda. Komunitas itu awalnya lahir karena maraknya olok-olok yang diarahkan ke Bekasi. Olok-olokan tersebut dipicu oleh iklan salah satu provider di televisi, kemudian diramaikan di media sosial dalam bentuk meme (gambar atau komik yang disebar melalui internet).

Intinya, menggambarkan bahwa saking jauhnya Bekasi dari Jakarta, seperti berada di luar negeri, bahkan tidak satu planet dengan bumi. Mereka lantas membentuk wadah yang bernama Kedutaan Besar Bekasi (Kedubes Bekasi). Isinya, para pelaku industri kreatif muda Bekasi.

Mulai dari komikus, ilustrator, penulis, designer, merchandiser. Ide tersebut tercetus pada 2015 lalu dan terus dikembangkan hingga sekarang. “Ingin merespon meme yang beberapa lama beredar di internet mengenai Bekasi. Kan dulu Bekasi sering disebut beda planet, beda negara, jauh banget, jadi sekalian aja tanda balesannya ini. Kita sebut Kedubes,” ujar anggota Kedubes Bekasi, Muhammad Khalid yang ditemui JawaPos.com di Popcon Asia 2017.

Produk kreatif utama yang dihasilkan adalah: Paspor Bekasi. Paspor tersebut menjadi oleh-oleh sebagai tanda pernah mengunjungi Bekasi yang disindir berbeda negara itu. Khalid menyebutkan, beberapa produk Kedubes Bekasi memang jadi merchandise unik khas kota Patriot itu.

“Paspor berbentuk notebook, karena di Bekasi juga kekurangan barang untuk dijadikan oleh-oleh yang memunculkan khas Bekasi. Majalah kompilasi komikus Bekasi namanya Bekazine. Merchandise komunitas brand Bekasi, kayak kaos gitu,” tuturnya.

Keberadaan komunitas itu memang positif. Dengan 25 orang anggota aktifnya, Kedubes Bekasi gencar mengadakan kegiatan-kegiatan di bidang seni dan budaya, serta kampanye untuk menciptakan lingkungan yang sehat.

“Kami mengadakan bermacam-macam kegiatan. Ada yang bikin festival go green, gigs music, workshop, seminar enterpreneur, gambar-gambar bareng,” sebut Khalid.

Komunitas yang memiliki basecamp di Jalan Raya Jatikramat, Jatiasih, Bekasi Selatan itu sangat terbuka untuk muda-mudi masyarakat Bekasi yang datang menyampaikan ide atau rencana kreatif sebagai bentuk kolaborasi.

Khalid menyampaikan harapan teman-teman Kedubes Bekasi, agar kota tercintanya itu bisa menjadi tempat berkesenian yang nyaman dan menyenangkan. Selain itu, agar anak muda Bekasi mau menyalurkan hobi dan bakatnya di kotanya sendiri.

“Harapannya Bekasi jadi tempat berkesenian yang menyenangkan. Punya iklim berkarya yang seru kayak di Jakarta, Bandung, Jogja. Biar temen-temen berkarya di kotanya sendiri. Banyak yang sudah pernah aktif di kota lain, harapannya temen-temen yang aktif di kota lain bisa balik ke Bekasi, berkarya disini,” tutur Khalid.

(cr3/JPC/hg)