Setinggi Lima Meter, Gunakan 100 Kg Sabut Kelapa

Indahnya berbagi. Meski berada dibalik jeruji besi yang dikelilingi tembok tinggi, bukan berarti narapidana tidak bisa berkreativitas. Salah satu yang menarik banyak perhatian yakni Pohon Natal raksasa yang dibuat oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pohuwato. Uniknya, bahan dasarnya adalah sabut kelapa.

Zulkifli Tampolo – GORONTALO

Tepat di pelataran gedung kampus Ichsan Pohuwato, sedikitnya 13 orang warga, dimana 5 diantaranya adalah warga binaan Lapas Pohuwato, membuat kreasi mereka berupa sebuah pohon Natal. Mereka bahu membahu membuat Pohon Natal yang berbahan dasar sabut kelapa.  Untuk membuat pohon Natal ini, mereka menggunakan sedikitnya 100 kilogram sabut kelapa. Pohon Natal ini dikerjakan selama 3 hari.

Hasilnya, pohon Natal dari sabut kepala, lengkap dengan pernak-perniknya ini tingginya mencapai 5 meter. Pohon Natal kreasi warga binaan dan jemaat Mawar Sharon itu pun rencananya akan dipergunakan pada saat ibadah hingga perayaan Natal pada 25 Desember mendatang. Inovasi pembuatan pohon Natal dari bahan dasar sabut kelapa ini tidak lain adalah untuk mengkampanyekan dan menyampaikan pesan untuk pemanfaatan sabut kelapa.

Kalapas Pohuwato, Rusdedy, menjelaskan, sejauh ini sabut kelapa sering kali hanya menjadi sampah untuk dibakar maupun dibuang oleh masyarakat. Padahal kelapa adalah pohon kehidupan, perkebunan yang dimiliki oleh masyarakat ini memiliki nilai yang cukup tinggi. “Apabila ini dikelola dan diolah dengan baik, maka akan menjadi berbagai barang bernilai ekonomi tinggi,” terang Sekjen AISKI ini.

Buktinya, sabut kelapa bisa membuat banyak kerajinan tangan. Mulai dari tempat sampah, pot bunga, bahan untuk tempat tidur, sofa dan bahkan pembuatan Pohon Natal saat ini. “Alhamdulillah kami di Lapas Pohuwato, bersama dengan warga binaan bisa ikut andil dalam perayaan Natal yang dilaksanakan oleh umat Kristiani. Apalagi daerah Pohuwato merupakan miniature Indonesia, dimana Pohuwato terdiri dari berbagai suku, adat dan juga agama,” ujarnya. Buktinya, 13 orang yang membuat pohon Natal tersebut, 4 orang diantaranya adalah warga muslim.

Untuk pembuatan Pohon Natal ini pihaknya sama sekali tidak mendapatkan kesulitan, karena di Gorontalo, khususnya Pohuwato, tersedia banyak bahan baku sabut kelapa. “Alhamdulillah di Pohuwato pada khususnya bahan baku sabut kelapa sangat melimpah. Tentunya, jika hal ini dikelola dengan sangat baik, maka akan memberikan tambahan penghasilan bagi petani kelapa dan masyarakat pengrajin,” pungkasnya.(hargo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *