Kembangkan Penelusuran, BNN Akan Panggil Budi Doku

Hargo.co.id, GORONTALO – Setelah sempat tertunda sehari lantaran drop. Istri Wakil Wali Kota Gorontalo Sherly Djou akhirnya mulai buka suara, Kamis (4/1). Ibu berparas ayu itu mengaku mengkonsumsi narkoba sejak 2012. Namun Sherly menegaskan, hal itu dilakukan pada waktu tertentu saja dan tidak rutin.

“Hanya sekali-kali menggunakan, sebulan sekali atau lebih,” ungkap Kepala Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Gorontalo Brigjen Pol. Oneng Subroto mengutip keterangan Sherly Djou kepada penyidik BNNP.

Sherly mengaku menggunakan narkoba jenis sabu ketika sedang stress atau lelah lantaran aktivitas sangat padat. “Jadi yang bersangkutan mengkonsumsi narkoba pada waktu-waktu tertentu saja” kata Oneng Subroto.

Lebih lanjut Oneng Subroto mengatakan, BNNP Gorontalo masih mendalami dan mengumpulkan keterangan tambahan. Khususnya berkaitan dengan penggunaan narkoba oleh Sherly Djou. “Karena itu BNNP Gorontalo akan ikut memeriksa dan memintai keterangan Wakil Wali Kota Gorontalo Budi Doku selaku suami dari SD (Sherly Djou,red),” ujar Oneng Subroto.

BNNP Gorontalo juga akan menelesuri asal muasal barang haram yang dikonsumsi Sherly bersama rekannya LF alias Leli. Sampai saat ini, BNNP Gorontalo belum mau membeberkan orang yang memberikan paket sabu kepada Sherly melalui sopirnya.

“Pemasok sabu ke Sherli masih kita kejar, Ini juga menjadi salah satu alasan kami akan memeriksa suami Sherli, siapa tahu dia punya informasi lanjutan” ungkap alumni Lemhanas 2012 itu.

Di sisi lain, sedianya BNNP Gorontalo akan turut memeriksa Leli, teman Sherly Djou yang sama-sama diciduk saat diduga sedang pesta narkoba, Selasa (2/1). Namun langkah tersebut urung dilakukan. Pasalnya, kondisi kesehatan Leli tak memungkinkan dilakukan pemeriksaan. Saat akan diperiksa, Leli mengalami tekanan darah tinggi. Sehingga Leli harus dirawat di Rumah Sakit Mulatazam, Kota Gorontalo. Informasi yang diperoleh Gorontalo Post, Leli dirawat di ruang Very Important Personal (VIP) A.

“L tidak dapat diambil keterangan akibat sakit. Saat hendak diperiksa, L mendadak terkena tekanan darah tinggi,” kata Oneng Subroto. Lebih lanjut Oneng mengatakan, BNNP Gorontalo belum menetapkan tersangka kepada Sherli dan Leli. Pihaknya masih menunggu pemeriksaan lanjutan, termasuk menunggu hasil Laboratorium atas barang bukti tiga paket berisi butiran kristal yang diduga kuat sabu.(hargo/tr-45)