Sinetron India Mengganggu Kinerja Pegawai, Lurah Ini Keluarkan Maklumat, Begini Isinya….

Maklumat melarang menonton sinetron India. (foto Caisar Toma/Gorontalo Post)

Hargo.co.id GORONTALO – Sejak sinetron India mewarnai tayangan televisi Nasional. Membuat sebagian besar masyarakat seakan terhipnotis untuk menyaksikan setiap detik drama yang ada dalam sinetron tersebut.

Bahkan saking digandrunginya tanyangan bernuansa romantisme itu, masyarakat dari usia muda sampai tua, pegawai hingga supir tak ingin ketinggalan untuk menonton serial India ini. [Baca: Ini 7 Ulasan Bahaya Menonton Sinetron India ‘Uttaran’ Bagi Anak]

Melihat kondisi itu, Faniear Nanda Doda Lurah Dembe Jaya, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo harus mengeluarkan maklumat. Isinya larangan kepada staf Kelurahan Dembe Jaya untuk tak menonton sinetron India “Utaran” saat jam kerja berlangsung. [Baca: Kelurahan Ini Larang Pegawainnya Nonton Sinetron India di Jam Kerja]

Sebab demam sinetron India tersebut berdampak terhadap produktivitas kerja pegawainnya. Tatkala jadwal tayang sinetron India dimulai, sang Lurah dibuat pusing tujuh keliling.

Sebab, aparaturnya sudah sibuk dengan menonton televisi. Geram atas kondisi itu, Lurah Dembe Jaya akhirnya mengeluarkan maklumat larangan menonton tayangan sinetron India.

Maklumat yang ditandatangani Kamis (28/1) itu ditempelkan di bawah televisi yang terdapat di ruang staf kantor kelurahan.

“Saya sengaja mengeluarkan maklumat larangan menonton sinetron India pada saat jam kerja. Sebab, pada saat-saat tersebut merupakan beban puncak pelayanan,” ungkap Faniear Doda yang ditemui Gorontalo Post.

Lurah berpendidikan Magister itu mengakui sering kesal melihat oknum aparatnya mengabaikan pekerjaan demi tontotan. Apalagi, pembicaraan tentang tanyangan film/sinetron terbawa hingga apel kerja pagi keesokan harinya.

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →

12 Comments on “Sinetron India Mengganggu Kinerja Pegawai, Lurah Ini Keluarkan Maklumat, Begini Isinya….”

  1. Maaf pak lurah saya pikir ada kesalahan penulisan dalam judul film di surat maklumat yang dibuat. ‘Utaran’ harusnya ‘Uttaran’. Hal ini penting mengingat satu huruf yang hilang dapat menjadi alasan orang-orang untuk mengabaikan surat ini dengan mengatakan ‘ahh itu kan yg gk boleh dtonton ‘utaran’ bukan ‘uttaran’. Dsb. Maklum pak ini indonesia, big or small, false is false. 🙂 terimakasih

  2. Ya elah… nnton saat jam kerja emang mengganggu sekali,,, sya pun sdh pernah alami seperti itu, lagi beli obat di apotikk pegawainya gk konsen layani karena sibukk nonnton. Nnton bolehlah,, tapi kalo pas lagi gak da kerjaan kan, bukan kerjaan lagi ada kerjaan numpukk malahan matanya melototin tv…

  3. Gak ada kata di larang
    Yg penting kita konsisten dalam bekerja… Dan itu tidak menganggu pkerjaan.. Sbaiknya stiap kantor itu y ada tv, jadi karyawan gak jenuh dlam bkerja.

  4. Kalau saat jam kerja tvnya dimatikan lah. Supaya tidak tergangu kinerja pelayanannya dengan masyarakat. Bukan hanya film india uttaran saja. Film2 lain juga bisa menganggunya. Jadi dimatikan tvnya saat jam kerja.

  5. Menurut saya bukan melarang pegawainya untuk menonton dgn mengeluarkan maklumat tp lbh efektif jika mencopot setiap televisi yang ada di setiap ruangan pegawainya agar lebih konsen dlm melayani masyarakat.

Comments are closed.