Skandal Doping, Sharapova Ditinggal Sponsor

Ekspresi kaget Maria Sharapova ketika menggelar konferensi pers di pusat kota Los Angeles, Senin (7/3). (dok AFP)

Hargo.co.id LOS ANGELES – Kegagalan Maria Sharapova dalam tes doping Australia Terbuka 2016 langsung berdampak terhadap posisinya sebagai bintang iklan produk-produk ternama.

Apparel olahraga Nike menjadi pihak pertama yang mengumumkan memilih menskors kerja sama dengan petenis 28 tahun tersebut.

Selain Nike, perusahaan mobil mewah asal Jerman Porsche melakukan hal serupa. Kemarin, giliran produsen jam asal Swiss TAG Heuer yang menyusul.

Sikap gerak cepat yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar ini menunjukkan betapa mereka tidak memberikan toleransi terhadap kasus yang berbau doping.

“Kita sekarang berada pada era nol toleransi untuk sponsor,” ucap Rupert Pratt, co-founder perusahaan agency iklan olahraga Generate. “Itu (kasus Sharapova) adalah sesuatu yang tidak bisa diterima perusahaan,” tambahnya.

Kehilangan job sebagai bintang iklan dari berbagai merk ternama bakal berpengaruh besar terhadap kehidupan Sharapova. Menurut Forbes Magazine, pemilik lima gelar grand slam ini tahun lalu total memiliki pemasukan sebesar USD 29,7 juta (Rp 390 miliar).

Mayoritas uang tersebut didapat Sharapova dari luar lapangan. Hadiah dari kejuaraan tenis yang dia ikuti hanya menyumbang prosentase yang sangat kecil. Sharapova bahkan dinyatakan sebagai atlet perempuan dengan bayaran tertinggi dalam sebelas tahun terakhir berturut-turut.

Data Forbes menyebut, kegiatan Sharapova di luar lapangan membuat dia telah mengumpulkan uang sedikitnya USD 200 juta (Rp 2,6 triliun) sepanjang berkarier di lapangan tenis.