Sudah Dilarang, Malaysia Terima Kiriman Batu Bara Korut?

Batu Bara (Fortune)

Hargo.co.id Gorontalo – Korea Utara (Korut) mengabaikan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tetap mengekspor batubara, besi, baja, dan komoditas lainnya yang dilarang berdasarkan sanksi PBB. Ekspor ini menghasilkan pendapatan hampir USD 200 juta pada tahun lalu.

Panel PBB juga menemukan bukti adanya kerja sama militer Korut dengan Syria untuk mengembangkan rudal balistik dan senjata kimia juga dengan Myanmar. “Korut terus mengekspor hampir semua komoditas yang dilarang dalam resolusi tersebut, menghasilkan pendapatan hampir USD 200 juta antara Januari dan September 2017,” kata laporan para ahli tersebut dilansir dari AFP, Sabtu, (3/2).

Batubara dikirim ke Malaysia, Korea Selatan, Tiongkok, Rusia, dan Vietnam melalui kapal dengan menggunakan kombinasi beberapa teknik penghindaran, rute, dan taktik.

Malaysia

Malaysia (DNA India)

Dewan Keamanan PBB tahun lalu membuat serangkaian resolusi untuk memperketat larangan ekspor yang ditujukan untuk memotong pendapatan ke program militer Korut.

Amerika Serikat (AS) memimpin sanksi terhadap Korut ini setelah uji coba nuklir keenam dan serangkaian peluncuran rudal balistik yang bisa menghancurkan benua AS. Panel tersebut mengatakan bahwa Korut telah mencemooh Resolusi PBB terbaru.

Diplomat Korut, khususnya perwakilan perdagangan, terus memberikan dukungan logistik untuk penjualan senjata dan membantu mengatur pertukaran untuk teknisi militer

Tujuh kapal telah dilarang masuk pelabuhan di seluruh dunia karena melanggar sanksi PBB karena mengirimkan batubara dan minyak bumi. Namun para ahli mengatakan, lebih banyak lagi yang harus dilakukan untuk menghadapi kegiatan terlarang yang merajalela ini.

(iml/JPC)