Sudah Sebulan Elpiji Langka di Pohuwato, Masyarakat Terpaksa Beli di Sulteng

Salah satu pangkalan mengalami kekosongan gas elpiji 3 kg. (foto google/ilustrasi)

BLOCK PLAN-hargo.co.id – Kurang lebih sudah sebulan lamanya, masyarakat Pohuwato sangat kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang datang ke Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk membeli elpiji.

Aleg DPRD Pohuwato dari Dapil Wanggarasi-Lemito, Johannis R Sampe kepada Gorontalo Post menjelaskan, banyak keluhan dari masyarakat yang disampaikan kepada pihaknya terkait dengan kelangkaan elpiji.

Bahkan elpiji yang seringkali diberikan ke pangkalan setiap minggu dengan jumlah 180 tabung, kini berkurang menjadi 50 tabung per minggunya. Tentu hal ini sangat mempersulit masyarakat, padahal kebutuhan rakyat setiap hari terus meningkat.

“Sudah sebulan terjadi kelangkaan Yang ada, masyarakat hanya mendapatkan janji-janji saja, bahwa akan ada ketambahan elpiji dan hal tersebut pula sudah pernah disampaikan kepada pemerintah dan DPRD pada waktu hearing beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Penggunaan elpiji ini kata Johannis R Sampe merupakan program pemerintah. Jadi tidak mungkin terjadi kelangkaan. Kesalahan bisa saja terjadi pada persoalan management.

Bahkan kata politisi Hanura ini, dirinya hanya mengkhawatirkan adanya penyelewengan atau penimbunan yang dilakukan oleh pihak Pertamina Gorontalo atau agen yang ada di Kecamatan Paguat. “Hal tersebut bisa saja terjadi.

Apalagi mengingat tidak lama lagi umat muslim akan melakukan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Tentu, yang saya khawatirkan hal ini dimanfaatkan oleh mereka yang tidak bertanggungjawab,” jelasnya.

Disisi lain kata Johannis R Sampe, pemerintah lewat OPD terkait sudah melakukan upaya koordinasi dan komunikasi, hanya saja persoalan elpiji ini tidak mendapatkan keseriusan dari pihak agen yang ada di Pohuwato.

“Ini yang kami harapkan agar bisa dipertanggungjawabkan. Kalau memang tidak siap dengan adanya ketersediaan gas elpiji, lebih baik dengan cara lama yakni mempergunakan minyak tanah.

Oleh karena itu, hal ini kami harapkan agar bisa mendapatkan perhatian serius dari pihak Pertamina Gorontalo. Kami pula akan menindaklanjuti hal ini, karena bukan hanya di Kecamatan Wanggarasi saja yang mengeluh dengan kelangkaan elpiji, akan tetapi hampir semua kecamatan mengeluhkan hal tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Diskopperindag Pohuwato, Irfan Lalu menegaskan, pihaknya sudah menghubungi agen yang ada di Kecamatan Paguat, namun tidak ada tanggapan.(kif/hg)