Suka Cuek? Waspadai Bystander Effect

0

hargo.co.id – Pernah nggak sih kalian nge-chat di grup, tapi nggak ada yang jawab? Atau, kalian ngelihat kecelakaan, tapi nggak ada yang nolongin? Hmm, bisa jadi itulah pertanda bahwa bystander effect makin marak nih, guys! Udah pernah dengar belum tentang bystander effect?

Pada intinya, bystander effect merupakan sebuah fenomena sosial ketika masyarakat cenderung abai untuk menolong orang lain yang sedang mengalami keadaan darurat. Mereka hanya memilih menjadi ’’saksi’’ dalam sebuah kejadian dan saling menunggu untuk melakukan tindakan.

’’Saat seseorang berada dalam keadaan darurat, masyarakat akan cenderung mengabaikan tanggung jawab sosialnya,’’ jelas Ananta Yudiarso SSos MSi, ahli psikologi sosial dari Universitas Surabaya. Bystander disebabkan difusi tanggung jawab sosial. ’’Masyarakat cenderung mengabaikan atau bahkan melemparkan tanggung jawab sosialnya,’’ ujar Ananta.

Lalu, makin besar suatu kelompok, makin besar pula kemungkinan munculnya bystander effect loh! ’’Makin besar kelompok sosialnya, mereka akan cenderung saling menunggu untuk memberikan respons,’’ kata Ananta.

Jadi, sewaktu kamu nanyain sesuatu yang penting di grup, banyak yang nge-read, tapi nggak ada yang jawab. Bisa dibilang kamu menjadi korban bystander effect nih. Teman-temanmu yang nge-read saling menunggu buat ngejawab, tapi nggak ada yang benar-benar inisiatif ngejawab. Sedih nggak sih?

Lebih ekstrem lagi, bystander effect juga kerap terjadi ketika ada kecelakaan, tapi nggak ada yang menolong. Setiap orang berpikir bahwa bakal ada ambulans ataupun polisi yang menolong korban tersebut. Padahal, pada akhirnya nggak ada juga orang yang menolong karena nggak ada yang menelepon ambulans. Menyedihkan!

FYI, di negara maju, kemungkinan dampak negatif bystander effect ini ternyata udah dicegah. Misalnya, penerapan konsep smart city. ’’Seperti di Singapura, yang bisa merespons dengan cepat jika terjadi kejahatan dengan tombol darurat dan penggunaan CCTV yang maksimal,’’ ungkap Ananta.

Dengan begitu, situasi kritis mungkin bisa teratasi sekalipun masyarakatnya mengalami bystander. Tapi, tetap aja, kita nggak bisa cuma mengandalkan teknologi. Kitalah bagian dari masyarakat. So, seharusnya hal itu udah menjadi tanggung jawab moral kita buat saling membantu, bukan malah saling menunggu.

TING! Eh, ada temanmu yang nanya di grup LINE tuh. Buruan respons gih! (irm/c14/fhr/hargo)

KATA MEREKA TENTANG BYSTANDER EFFECT :

Vidia Sulistiya
Universitas Negeri Gorontalo

Pilih Chat Personal

Biasanya aku sering baper (bawa perasaan) dan sering bertanya-tanya dalam hati sendiri ketika aku bertanya sesuatu di grup kelas, tapi tidak ada yang memberikan respon. Padahal, beberapa saat yang lalu grub tersebut baru saja ramai membicarakan sesuatu. Jadi, kadang aku lebih memilih untuk chat personal saja daripada bertanya di grub. (ZT-08)


Moh. Akbar Bakari
SMKN 4 Gorontalo

 

Mungkin Lagi Sibuk

Aku sering sekali diabaikan saat lagi nge-chat lewat grup medsos, mungkin saja lagi sibuk jadi gak sempat balas chat, dan bisa jadi yang ingin saya tanyakan, pada gak tau jadi, gak dibalas. jadinya aku woles aja. (ZT-07)


Anisa Magfira Pakaya
Universitas Muhammadiyah Gorontalo

 

Di Abaikan? Sakit Sih

Waktu itu, aku udah dengan jiwa raga nanyain sesuatu di grup, eh malah semuanya cuma nyimak doang dan nggak balik ngerespon. Padahal kalo dilihat semuanya lagi pada nyimak, tapi nggak satu pun yang mau balas chat aku. Hm, mungkin itu akibat karena aku sering nggak join kalo grup lagi pas rame-ramenya sih. Dari situlah aku juga sadar, ternyata hidup itu harus saling timbal balik.(ZT-06)