Tak Ada Akses Jalan, Petani Gorut Terseret Air Sungai

Mayat yang ditemukan di Sungai yang berada di Kecamatan Tolinggula. (Dok Humas Polda for Hargo.co.id)

Hargo.co.id GORUT – Tak ada yang mengira, Kamis (21/1) sekira pukul 09.00 WITA menjadi hari terakhir bagi Non Ibrahim (57).

Petani yang tinggal di desa Limbato, kecamatan Tolinggula kabupaten Gorontalo Utara meregang nyawa saat ingin menuju ke kebunnya. Akses jalan menuju kebun satu-satunya hanya bisa melewati melalui jalur sungai Bogo-bogo.

Arus sungai yang meluap akibat derasnya hujan, Non tetap memberanikan diri untuk tetap melintas. Akibatnya belum jauh melintasi jalan tersebut Non terbawa arus sungai.

Pagi tadi (22/1), jasad Non ditemukan di sungai desa Ilotunggula kecamatan Tolinggula, kabupaten Gorontalo. Aldin Abuya (22) warga desa Ilotunggula kecamatan Tolinggula pertama kali melihat jasad pria paruh baya tersebut.

Pagi itu sekira pukul 08.00 Wita Aldin yang berniat mandi di sungai tersebut kaget ketika melihat sosok mayat yang terapung di tepi sungai. Tak lama Aldin langsung menghubungi kepala Desa ilotunggula dan warga setempat dan langsung mengevakusi korban ke rumah warga di tepi sungai.

“Usai penemuan itu langsung membawa korban ke rumah duka, setelah dilakukan otopsi oleh pihak dokter, ditemukan kaki dan tangan korban mngalami luka lecet dan kepala korban bagian telinga kanan mengalami retak dan wajah bagian pelipis kanan luka robek,” rilis Humas Polda Gorontalo yang diterima Hargo.co.id, Jumat tadi.

“Namun dalam kasus ini juga Polres Gorontalo tetap melakukan lidik dan sidik,” sambung rilis Polda Gorontalo tersebut. (ndi/hargo)