Tak Berijin, Pasar Sore Dimutiara Bakal Digusur

Sejumlah lapak liar yang telah dibangun di pasar sore kabila tanpa koordinasi bahkan ijin dari pemerintah setempat. Diskoperindag mengancam akan menggusur lapak tersebut dalam waktu dekat ini. (24/11)

Hargo.co.id Gorontalo – Inisiatif pedagang untuk membuat lapak sendiri di pasar sore Kabila rupanya bakal menimbulkan masalah. Pasalnya, pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bone Bolango (Bonbol) bersikeras lapak tersebut ilegal dan pada ujungnya harus digusur.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, lapak yang dibangun sekitar sebulan yang lalu ini didiami oleh sedikitnya 50 pedagang yang menjual berbagai kebutuhan pokok.

Lapak tersebut berada di lokasi pasar sore tepatnya di pinggir jalan perbatasan Desa Talango dan Kelurahan Oluhuta Utara. Rupanya, inisiatif pedagang untuk membuat lapak sendiri tidak berkoordinasi dengan Diskoperindag Bonbol sehingga dinilai bertentangan.

Kabid Perdagangan, Dinas Koperindag Bonbol, Suleman Adam, tidak membantah hal tersebut. Menurut dia, pihaknya sudah memberikan surat teguran pada akhir Oktober lalu, namun tidak diindahkan oleh para pedagang.

“Kami beserta Camat Kabila, Kapolsek Kabila sudah mengundang mereka untuk membahas soal pelarangan berjualan di dekat jalan jembataan Mutiara Kabila.

Tapi belum ada itikad baik dari mereka untuk membahas masalah ini, maksud dari Pemerintah mengundang rapat bersama supaya mereka dapat memindahkan barang jualan mereka ke pasar harian Oluhuta Utara yang telah disediakan oleh pemerintah,” tegas Suleman.

Tujuan pemindahan pedagang ini, lanjut Suleman, agar tidak mengganggu lalu lintas kenderaan yang melewati jalan Mutiara tersebut.

Sesuai dengan aturan, kriteria pendirian pasar itu harus menaati aturan yang berlaku yakni setiap pembangunan pasar harus mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 37/M-DAG/PER/5/2017 tentang pedoman pembangunan dan pengelolaan sarana perdagangan, “Nah, salah satu kriteria tempat yang harus dijadikan pasar adalah tidak mengganggu jalan raya,” terang dia.

Sejumlah pedagang yang mendiami lapak tersebut ketika hendak diwawancarai enggan memberikan komentar. Namun mereka menyuarakan tidak ingin pindah dari lokasi lapak tersebut karena sudah mengeluarkan sejumlah biaya.

Berbeda dengan pemerintah, warga tidak terlalu mempersoalkan lapak tersebut. Bahkan, warga merasa terbantu. Indrawati Didipu (38) warga Pauwo, Kabila, mengatakan bahwa dia sangat terbantu dengan adanya pasar sore di tempat ini “karena saya seorang pekerja kantoran tidak sempat belanja di pasar harian pagi hari, maka saya belanja di pasar sore ini,” ujar Indra.(TR-59/hg)