Tak Memenuhi Kesehatan Gugur, KPU Kerja Sama IDI dan BNN

Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.S perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Gorontalo saat memberikan materi terkait kesiapan tes kesehatan Pilwako Gorontalo 2018, rabu (22/11).

GORONTALO, Hargo.co.id – Bakal calon yang tidak lulus kesehatan dipastikan akan gugur sebagai calon walikota dan wakil walikota gorontalo dari gabungan partai politik dan independen oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gorontalo.

Karena tes kesehatan syarat mutlak untuk menjadi peserta. Hal ini terungkap dalam sosialisasi tahapan Pilwako Gorontalo, yang digelar langsung oleh KPU Kota Gorontalo, kamis (23/11) di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo.

Kepada Gorontalo Post, PLH Ketua Komisioner KPU Kota Gorontalo, Salihun Ino Ischak mengatakan daam gelaran Pilkada 2018 nanti, pihaknya akan melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam tes kesehatan, dan tes narkoba bagi pasangan calon walikota dan wakil walikota gorontalo.

“Kita serahkan kepada tiga lembaga ini, KPU hanya menerima hasilnya saja,” ujarnya. Lebih lanjut Salihun mengatakan, ketiga lembaga tersebut nantinya akan menunjuk rumah sakit mana untuk dilakukan tes kesehatan.

KPU sendiri tidak menerima laporan tes kesehatan pembanding selain dari RS yang telah ditunjuk.
“Tidak ada pemeriksaan pembanding, meskipun di luar negeri. Kita menerima rekomendasi saja dari tim yang sudah ditunjuk sebagai acuan untuk penetapan paslon,” tambahnya.

Tes kesehatan sendiri rencananya akan dijadwalkan Januari 2018, sebelum kemudan penetapan pasangan calon akan dilakukan.
“Hasilnya satu kesatuan, jasmani (kesehatan), rohani (psikologis) dan bebas narkoba. Jika ada yang tidak lolos tes kesehatan, maka langsung dicoret,” tegasnya.

Sementara itu, terpisah Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.S saat memberikan materi dalam sosialisasi yang dihadiri langsung oleh perwakilan partai se- Kota Gorontalo mengungkapkan sejumlah langkah persiapan yang harus dilakukan oleh para calon sebelum melakukan tes kesehatan.

Diantaranya, puasa 20 jam sehari sebelum pemeriksaan yang merupakan salah satu syarat penting yang harus dilakukan.
“Untuk calon perempuan 10 hari sebelum pemerksaan papsmear dilarang berhubungan seks, tidak memakai tablet vagina, jamu vagina, atau membilas daerah kewanitaan dengan sabun pembersih sellama 2×24 jam,” terang Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo itu.

Selanjutnya menurut Dr Isman, hasil tes kesehatan selanjutnya akan disampaikan langsung ke KPU, untuk kemudian diplenokan sebelum kemudian akan diumumkan. (tr-45/hg)