Taman Budaya Limboto, Pesona Baru Kota Limboto

Grafis (Gorontalo Post)

LIMBOTO, Hargo.co.id – Animo Walikota Surabaya menata taman rupanya menular ke Bupati Nelson Pomalingo. Buktinya, orang nomor satu di Kabupaten Gorontalo itu getol membuat taman dan ruang terbuka hijau (RTH). Setelah eks Terminal Telaga yang disulap menjadi Taman Telaga (tahap perampungan), kini di pusat pemerintahan Limboto akan dibangun Taman Budaya Limboto.

Taman seluas 2 hektar itu akan berada di areal depan Kantor Bupati Gorontalo hingga depan Masjid Baiturahman, Limboto. Tepatnya di area rumah adat Banthayo Poboide. Kawasan rumah adat tersebut akan diperluas hingga di depan masjid Baiturahman Limboto.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Taman Budaya Limboto ini nantinya akan dilengkap sejumlah fasilitas. Seperti Ruang Terbuka Hijau, taman bermain, fasilitas internet (wifi) gratis, air mancur, serta panggung pagelaran budaya.

Untuk ornamen adat Gorontalo turut ditampilkan seperti Polopalo dan tiang adat (Pahangga), monumen alquran raksasa serta jalan yang menghubungkan Masjid Baiturahman Limboto dan kantor Bupati Gorontalo.

Hadirnya taman terbesar di Kabgor itu juga akan menjadi Landmark baru Kota Limboto setelah Menara Ahmad Pakaya. Selain itu akan menjadi center point-nya Kabupaten gorontalo, menjadi pusat kegiatan masyarakat bahkan menjadi pusat perdagangan. Bahkan bisa menjadi alternatif lokasi rekreasi murah dan merakyat.

Tapi di balik itu, pembangunan Taman Budaya Limboto akan berimplikasi terhadap sejumlah kantor baik milik pemerintah ataupun lembaga publik. Seperti Kantor Dinas Perhubungan, Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), PDAM Cabang Limboto, PAUD serta mess haji.

Kepala Dinas PU Kabupaten Gorontalo Dony Lahatie mengemukakan, pembangunan taman budaya limboto ini merupakan salah satu upaya untuk memenuhi RTH di Kabupaten Gorontalo. Sejauh ini RTH di Kabupaten Gorontalo masih sangat terbatas.
“Kita masih perlu (RTH) di beberapa titik, taman Budaya ini akan menjadi solusi pemenuhan RTH di Kota Limboto,” jelas Dony Lahatie.

Menurut Dony Lahatie, Design engenering Detail (DED) dan Master Plan pembangunan Taman Buday Limboto sudah selesai. Sehingga awal 2018, proses tender taman yang menelan anggaran Rp 3,5miliar akan dimulai.

“Namun sebelum proses pembangunannya, Dinas PU sementara merampungkan pengurusan administrasi penghapusan beberapa aset daerah. Sebab, di lokasi tersebut terdapat beberapa bangunan kantor yang hingga saat ini masih difungsikan,” ujar Dony Lahatie.

Rencananya kantor-kantor tersebut akan dipindahkan ke beberapa gedung milik pemerintah. Seperti kantor Koperasi PGRI yang akan direlokasi ke gedung di samping rumah dinas Wakil Bupati Gorontalo. Untuk gedung PAUD akan direlokasi ke kantor Eks Dinas Kehutanan, Kantor Baznas akan dipindahkan ke gedung samping sanggar Pramuka Kabupaten Gorontalo. Sedangkan mess haji sudah tidak difungsikan lagi karena jamaah haji sudah ditampung di mess haji Provinsi Gorontalo.

“Untuk Dinas Perhubungan belum akan kita lakukan pembongkaran, karena rencananya gedung itu kita pertahankan karena memiliki nilai sejarah. Gedung itu dulunya merupakan gedung kesenian pertama di Kabupaten Gorontalo,” jelas Dony Lahatie.
Walaupun begitu, lanjut Dony Lahatie, untuk operasional kantor Dinas perhubungan tetap akan dipindahkan.

“Lokasi pemindahan itu belum (ada), tapi kita (memiliki gedung) banyak kok, karena ada beberapa dinas yang akan menduduki kantor baru. Jadi kita banyak kantor yang akan kosong. Jadi masalah pemindahan Insya Allah tidak aka nada, dan dipastikan pelayanan tetap akan jalan,” terangnya lagi.(nat/hg)