Taman Wisata Pohon Cinta Mulai Dirusak

KONDISI miniatur huruf bertuliskan Wisata Pohon Cinta sudah mulai rusak. Diduga karena tangan jahil oknum tidak bertanggung jawab.

Hargo.co.id Gorontalo – Kawasan pantai pohon cinta yang terletak di Desa Pohuwato Timur, Marisa, Pohuwato, menjadi salah satu destinasi unggulan. Namun sayangnya, akhir-akhir ini sejumlah fasilitas yang ada didalamnya mulai terbengkalai bahkan rusak akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

Berdasarkan pantaun Gorontalo Post, kemarin, Selasa (12/9), kerusakan aksesoris yang ada di lokasi wisata pantai pohon cinta terlihat jelas, berupa kerusakan miniatur huruf pantai pohon cinta yang beberapa bagian hurup sudah dicopot, seperti huruf N,I,N,A, sehingga mengakibatkan tulisan pantai pohon cinta tak sempurna lagi.

Selain itu beberapa lampu penerangan dan sejumlah tanaman yang ada di kawasan tersebut dirusak. Dengan demikian kondisinya tidak seindah dulu lagi.

Meski objek wisata yang berada di jantung Kota Marisa itu masih menjadi langganan tempat nongkrong warga mulai dari anak, remaja hingga orang tua baik di sore maupun malam hari.

“Kerusakan aksesoris berupa tulisan pantai pohon cinta dan lampu penerangan di kawasan ini baru saja terjadi pekan kemarin yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Untuk itu perlu ada pengawasan yang ketat dari instansi keberadaan objek wisata ini, kalau ditemukan yang merusak fasilitas bisa diberikan sanksi tegas jika perlu diproses hukum,” ungkap Alpian Muhamad, salah seorang warga.

Selain itu, kata Alpian, kerusakan fasilitas yang ada di pantai pohon cinta kerap kali terjadi namun masih luput dari pengawasan. “Kalau sudah ada yang ditindak tegas, maka akan menjadi efek jera kepada pelaku dan lainnya,” bebernya.

Sementara Kadis Pemuda Olah Raga dan Pariwisata, Arfan Tangoi, mengakui bahwa kerusakan fasilitas objek wisata pantai pohon cinta dilakukan pada malam hari sehingga tidak terpantau.

“Memang dalam pengawasan dibutuhkan peran serta masyarakat yang ada di kawasan pantai pohon cinta dan pedagang di sekitarnya. Kemudian pemerintah desa setempat berpartisipasi dalam pengawasan. Namun kalau dilakukan pada larut malam, tentu tidak ada yang mengawasi dan memantaunya. Atas kerusakan tersebut akan berkonsekwensi pada perbaikan kedepan,” pungkasnya.(Tr-30/hg)