Tampilan KIA Lebih Menarik dari KTP

0
Tampilan KIA yang lebih menarik dari KTP.

GORONTALO, hargo.co.id – Anak kini memiliki kartu identitas, bentuknya seperti kartu tanda penduduk (KTP) untuk orang dewasa, bedanya kartu indentitas anak (KIA) berwarna merah muda.

Informasi atau data kependudukan sama persis dengan yang ada di KTP. Tampilanya pun tampak lebih menarik dibanding dengan KTP. Jika KTP terdapat chip elektronik, KIA memiliki barcode. Penerbitan KIA sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 2 tahun 2016 tentang kartu identitas anak.

Di Gorontalo, tiga daerah dijadikan pilot projec dan mulai melakukan pencetakan KIA tahun ini, yakni Kabupaten Boalemo dan Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo. Jumlah anak yang berpotensi KIA sebanyak 393.878 anak.

Nantinya, KIA dibagi dalam dua kategori, kategori dibawah lima tahun dan kategori 5 sampai 17 tahun. Gorontalo Post menginisasi penerbitan kolektif ‘KTP’ anak ini.

Didahului dengan sosialisasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Gorontalo pada bulan Mei 2017 lalu. Setelah itu dilakukan pendataan terhadap seluruh anak dari karyawan Gorontalo Post.

“Dinas Catatan Sipil sudah menyerahkan KIA untuk anak-anak karyawan Gorontalo Post, dan sudah kita bagikan ke karyawan,”ujar Sekretaris Redaksi Gorontalo Post Agustinawaty Said.

Direktur Utama (Dirut) Gorontalo Post Mohamad Sirham mengapresiasi penerbitan KIA. Ia mengatakan, KIA merupakan legalitas identitas anak.

“Kami sangat mendukung adanya KIA, bentuknya juga menarik. Makanya saya perintahkan agar seluruh anak-anak dari karyawan Gorontalo Post itu wajib miliki KIA,”ujar Mohamad Sirham.

Data seluruh Indonesia, sebanyak 79,211 juta anak yang wajib KIA. Dirjend Dukcapil Kemendagri Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, Gorontalo dipilih sebagai pilot project penerapan KIA karena penduduk Gorontalo masih terbilang sedikit. Hal itu lebih memudahkan pemerintah untuk mengatur lebih tertib data kependudukan sejak dini melalui KIA.

“KIA ini legalitasnya sama dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Fungsinya pun sama dengan KTP. Bedanya KTP untuk orang dewasa, KIA untuk mereka yang masih anak-anak ,” terangnya.

Menurut Zudan pula, penggunaan KIA ini merupakan program nasional yang masih terhitung baru. Pemerintah pusat melalui Dirjen Dukcapil, Kemendagri baru mulai menerapkannya pada tahun 2016. KIA merupakan salah satu dokumen kependudukan yang sangat penting, di antara 22 dokumen yang dikelurkan oleh Dukcapil.

“Jadi para orang tua ketika melahirkan anak, yang diurus ada dua hal. Selain akta kelahiran, juga KIA. Anak yang sudah memiliki KIA berarti sudah memiliki legalitas sebagai warga negara Indonesia,” jelasnya. (tro/hargo)

TINGGALKAN BALASAN