Teman Makan Teman! Inilah Kisah Cinta Segitiga Oknum Polisi yang Kepergok Di Hotel Sedang..

SEJUMLAH anggota Polres Gorontalo Kota mendatangi salah satu hotel yang diduga menjadi lokasi pertemuan Bripka RS dan Briptu FS.

Hargo.co.id– Sungguh ironi. Nama baik institusi Kepolisian Resor (Polres) Gorontalo Kota kembali dicemarkan oleh anggotanya sendiri. Beberapa waktu lalu dicemarkan oleh oknum Kasat Narkoba yang diciduk saat sedang pesta narkoba. Nah, kali ini oknum Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bripka RB yang kepergok berduaan dengan istri orang.

Pepatah “Pagar Makan Tanaman” layak menjadi gambaran perilaku Bripka RB. Betapa tidak, sebagai seorang anggota Polri, RB seyogiyanya menjadi panutan masyarakat sekaligus pengayom bagi keluarga rekan-rekannya sesama anggota Polri. Apalagi RB yang berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) diberi amanah sebagai Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) di Polres Gorontalo Kota. Sudah tentu dengan jambatan yang diembannya itu, RB harus menunjukkan perilaku yang baik dan sopan.

Tapi nyatanya justru bertolak belakang. Sebagai Kanit yang mengurusi kasus-kasus perempuan malah terjerat masalah perempuan. Ia kedapatan berdua dengan istri orang di hotel, yang notabene adalah bawahannya sendiri Briptu FS.

Sebelumnya baik RB maupun FS sama-sama tak saling dekat. Sebab, keduanya berbeda tempat tugas. RB sebelum menjabat Kanit PPA adalah penyidik Satresrim Polres Gorontalo Kota. Sedangkan FS bertugas di Satreskrim Polres Pohuwato.

RB dan FS mulai dekat ketika keduanya ditugaskan bersama di Unit PPA Polres Gorontalo Kota pada 2015. RB sebagai Kanit sedangkan FS sebagai anggota Unit PPA.
Dari sebatas rekan kerja, perlahan hubungan RB dan FS mulai intens. RB yang sudah memiliki keluarga dan dikarunai anak dua rupanya terpesona dengan paras cantik FS.Sehingga dari awalnya becanda lambat laun RB menaruh hati terhadap FS yang menikah dengan SL pada 2014 silam dan telah dikarunai anak satu.
Sebaliknya FS juga rupanya luluh dengan rayuan RB. Diduga hal itu terjadi lantaran keduanya selalu bertemu setiap hari.

Hubungan “spesial” antara RB dan FS mulai tercium sang suami sekitar Juli 2017. Kala itu RB sering menjemput FS di rumahnya di Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Bone Bolango. Padahal RB diketahui berdomisili di Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo.

Ulah RB yang sering menjemput FS ini membuat SL curiga. Apalagi SL kerap menyaksikan langsung ketika RB datang menjemput FS, ataupun sebaliknya mengantar pulang FS.
Hanya saja baik RB maupun FS berkilah bahwa keduanya tak ada hubungan apa-apa. Hanya sebatas rekan kerja.

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh pula. Sepandai-pandainya RB dan FS menyimpan rahasia akhirnya terbongkar. Rabu (9/1) selepas salat Isya, SL mendapat panggilan dari salah seorang pimpinan. Usai menjalan tugas tersebut, SL melihat mobil milik kakak FS terparkir di simpang empat hotel Maqna. SL menduga FS sedang berada di City Mall.

Usai bertemu dengan sang pimpinan, SL lantas kembali pulang. Begitu tiba di pertigaan sumur bor, SL memutuskan berbelok ke kanan menuju arah Ipilo. Sekitar 300 meter kemudian, SL melihat mobil Xenia Grey Metalic sedang terparkir di depan Hotel Garden. Sebelumnya hotel tersebut bernama Hotel Matola. Namun saat itu, SL tak menaruh curiga. Ia pun terus menuju rumah. Sesampainya di rumah, salah seorang anggota keluarga meminta untuk diantar ke mall karena ingin menonton di bioskop. Maka SL kembali ke arah mall menggunakan sepeda motor.

Mendekati mall, SL kembali melihat mobil milik kakak FS masih di tempat semula. Saat itu, SL mulai curiga. Apalagi sebelumnya ia melihat mobil RB terparkir di depan Hotel Garden. Maka usai mengantar keluarganya, SL lantas memutar sepeda motornya menuju ke Hotel Garden.

Cukup lama SL membututi dan menunggu di depan hotel. Hingga pukul 00.30 wita, RB keluar dari dalam hotel menuju mobil. Setelah mengambil sesuatu RB, masuk lagi ke dalam hotel. Saat RB masuk ke dalam hotel, SL keluar dari dalam hotel dan kemudian masuk ke mobil RB.

Bak disambar petir, SL langsung dibuat kaget atas apa yang dilihatnya. Maka ia pun berlari menuju ke SL yang berada di dalam mobil.
“Cepat keluar ngana…,” teriak SL kepada FS.
Tiba-tiba RB keluar dan langsung bertanya kepada SL. “Kenapa ngana…?,”.
“Torang ndak bikin apa-apa. Hanya ada singgah beli minum,” sambung RB menjelaskan.
“Baakal ngoni (bohong kalian,red). Kita so tunggu dari tadi jam 8 di sini,” balas SL dengan suara tinggi.

Adu mulut ketiganya tak terelakkan. Perdebatan dengan nada suara tinggi itu memantik perhatian orang. Warga sekitar maupun pengemudi bentor yang melintas langsung berhenti dan menyaksikan kejadian di depan hotel.

“Kita mo pi lapor di Polres ngoni (saya akan melaporkan ke Polres Gorontalo kota kalian,red),” ucap SL yang berjalan menuju sepeda motor yang terparkir di seberang jalan.
Begitu SL beranjak, RB dan FS ikut pula tancap gas. RB dan FS bergerak menuju ke arah Polres Gorontalo Kota. SL ikut mengejar. Tetapi laju kendaraan RB dan FS cukup tinggi. Sehingga saat itu keduanya berhasil menghilangkan jejak.

SL lantas berputar dan bertemu di salah satu jalan di area Kelurahan Ipilo. Namun bukannya berhenti, RB memacu gas mobil dan nyaris menabrak SL. Tak terima perbuatan RB dan FS, SL lantas menuju ke Polres Gorontalo Kota untuk melapor.

Usai menerima laporan, petugas Polres Gorontalo Kota langsung menuju ke Hotel Garden. Uniknya, saat dicek di buku tamu, ternyata kamar 206 yang sebelumnya ditempati RB dan FS dibooking atas nama Ny. Yanti. Polisi lantas melakukan pemeriksaan di dalam kamar. Dari hasil pemeriksan diperoleh sejumlah barang bukti berupa diduga bekas cairan sperma di seprei dan tisu, pembalut serta sikat gigi dan odol bekas pakai.

Beberapa saat SL melaporkan, RB dan FS datang memenuhi panggilan penyidik Polres Gorontalo Kota. Keduanya sempat diinterogasi dan kemudian dibawa menuju ke Propam Polda Gorontalo.

Kapolres Gorontalo Kota AKPB Yan Budi Jaya menegaskan, dari pemeriksaan sementara kedua oknum anggota Polri bukan muhrim ini memang mengaku memasuki kamar hotel. Namun mereka membantah jika saat itu terjadi hubungan mesum seperti yang dicurigakan.

“Meski demikian, ini nanti akan dibuktikan lewat pemeriksaan laboratorium. Oleh karena itu, hari ini (Kemarin,red) kami sudah menyerahkan proses pemeriksaan kepada pihak Polda Gorontalo sehingga pemeriksaan tersebut bisa netral dan tanpa ada tekanan atau intimidasi,” terang Alumnus Akpol 1996 ini.

Jika terbukti bersalah, lanjut AKPB Yan, maka tentu akan diproses lebih lanjut untuk sidang disiplin dan kode etik. Bisa pula dilakukan Pemecatan Dengan Tidak Hormat (PTDH). Hanya saja semua itu masih akan melalui proses. “Kami tunggu hasil prosesnya dulu. Kalau sudah ada hasil, baru bisa kami lakukan langkah selanjutnya,” ujarnya.

Untuk pelapor yang tidak lain suami Bripda FS masih akan diundang terlebih dahulu, sebab yang bersangkutan merupakan anggota Polres Gorontalo Kota yang bertugas di Polsek. “Nanti kami akan bertanya, apakah yang bersangkutan mau pindah tugas di Polres lain atau seperti apa. Hanya saja, untuk sementara waktu pelapor meminta agar persoalan ini diproses sebagaimana mestinya dan hal tersebut pasti akan dilakukan,” pungkasnya.

Terpisah Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono menegaskan, persoalan RB dan FS masih sementara diproses oleh Bid Propam Polda Gorontalo. “Keduanya tetap akan diproses. Baik pidananya maupun hukum internal karena melanggar kode etik,” kata Wahyu.(tim)

 

One Comment on “Teman Makan Teman! Inilah Kisah Cinta Segitiga Oknum Polisi yang Kepergok Di Hotel Sedang..”

Comments are closed.