Tempati Trotoar, PKL Pasar Sentral Dibongkar

Pembongkaran warung yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Gorontalo, Jum'at (7/4) (FOTO:ZAFITRA/GP)

Hargo.co.id GORONTALO – Penertiban jalan-jalan utama di Kota Gorontalo kembali dilangsungkan, Jumat, (8/4). Kali ini petugas gabungan Satpol PP Kota Gorontalo bersama unsur Polsek Kota Selatan menertiban sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati Trotoar Jl. Samratulangi, Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo tepatnya di Kompleks Pasar Sental Kota Gorontalo. Tercatat 3 warung makan dan gerobak milik pedagang di kawasan itu dibongkar paksa.

Pantauan Gorontalo Post, penertiban dimulai pukul 09.00 wita, petugas turun dengan 2 unit mobil disertai peralatan perang utama ala penertiban Satpol yakni linggis dan martil. Awalnya, para PKL yang berasal dari KK Miskin mencoba menghalang-halangi petugas.

Mereka menolak upaya pembongkaran tempat mereka. Namun, lama-lama akhirnya para PKL iu mengalah. Mereka hanya bisa menyaksikan bangunan dagangan yang dibangun susah payah itu dihantam dengan linggis dan martil oleh satuan berbaju coklat itu.

“Apa boleh buat. So bagini no nasib orang susah,” kata Keti Mustapa, salah satu PKL yang tempat jualannya di bongkar. Ibu berusia 40 tahun itu dengan raut wajah sedih tak tahu lagi harus berdagang dimana setelah tempatnya di bongkar.

Sementara itu di TKP, Kabid Trantib Kantor Satpol PP Kota Gorontalo Jhonson Musa mengatakan, pembongkaran tempat dagang PKL tersebut dilakukan pihaknya karena para PKL tak mengindahkan peringatan yang telah dilayangkan sebelumnya. “Sebelum ini kita sudah mengirim surat peringatan sejak tanggal 1 April 2016. Kita beri waktu seminggu untuk mereka cari tempat baru tetapi sampai saat ini, (kemarin,red) para pedagang tidak menghiraukannya,” tuturnya.

Karena itu kata Jhonson, pihaknya langsung turun bersama unsur kepolisian untuk melakukan pembongkaran bangunan yang menempati kawasan Trotoar tersebut. “Trotoar itu sesuai fungsi untuk pejalan kaki, bukan tempat jualan. Para PKL ini melanggar Peraturan Daerah (Perda),” jelasnya.
Jhonson mengaku pula, bahwa setelah banguan dibongkar, seluruh barang jualan 3 PKL tersebut telah diantar ke rumah mereka masing-masing. (tr-52/hargo)