Terjun ke Jurang 20 Meter, Opa 68 Tahun Tewas

Jasad Haryono, yang ditemukan tak bernyawa di dalam jurang Desa Panca Karsa I, Kecamatan Taluditi kemarin (12/2). (foto : Istimewa)

TALUDITI, Hargo.co.id – Baru sehari menginjakan kaki di Gorontalo. Haryono (68) asal Kabupaten Blitar, Jawa Timur sudah tutup usia. Itu setelah sepeda motor Yamaha Jupiter tanpa plat nomor yang dikendarainya masuk ke jurang sedalam 20 meter di Desa Panca Karsa I, Kecamatan Taluditi, Pohuwato.

Informasi yang dihimpun Gorontalo Post, Haryono baru saja tiba di Gorontalo pada Ahad (11/2). Ia pun berkunjung ke keluarganya di Desa Manunggal Karya, Kecamatan Taluditi.

Siang kemarin (12/2) pukul 11.00 wita, Haryono berpamitan pergi ke Desa Panca Karsa I, untuk mengantar kiriman kepada kerabatnya di Desa setempat.

Pihak keluarga Haryono sempat melarangnya untuk pergi. Pasalnya mereka khawatir karena Haryono belum menguasai betul medan jalan di Taluditi.

Akan tetapi, Haryono tetap saja pergi dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter milik saudaranya.

Tak ada yang mengetahui bahwa di tengah perjalanan tersebut Haryono mengalami kecelakaan, motor yang dikendarainya tersebut jatuh terperosok ke sebuah jurang sedalam 20 meter.

Bahkan, di siang hari itu tak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian kecelakaan tersebut.

Peristiwa yang menimpa Haryono diketahui nanti setelah jasadnya ditemukan warga pada pukul 14.00 wita atau sekitar 3 jam setelah dirinya turun dari rumah. Awalnya, di kedalaman jurang itu warga sedang mencari rumput dan secara tak sengaja melihat seseorang yang sudah tergeletak di semak-semak.

Warga pun menghampiri dan mendapati bahwa jasad Haryono yang sudah tak bernyawa lagi. Panik, warga pun langsung melaporkannya ke pihak kepolisian setempat dan selanjutnya jasad Haryono pun dievakuasi.

Kapolres Pohuwato AKBP Dafcoriza,SIK,Msc, melalui Kasat Lantas, AKP Dewa Ayu Rayoka Cempaka,SIK, melalui Kanit Laka Lantas, Ipda Arfaing Ami, saat dikonfirmasi Gorontalo Post mengatakan, saat menerima laporan warga pihaknya langsung melakukan olah TKP dan selanjutnya mengevakuasi korban dan dibawa ke Puskesmas Randangan untuk dilakukan otopsi dan didampingi keluarga.

“Kuat dugaan korban mengalami kecelakaan karena belum menguasai betul kondisi jalan Taluditi. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban mengalami luka di bagian kepala yang diakibatkan benturan, mengingat saat kecelakaan tersebut korban tidak menggunakan helm,” pungkasnya. (tr-55/hg)