Teror Panah Wayer Kembali Mengintai

KAPOLSEK Kota Utara AKP Mochar Pakaya saat menjenguk Abdul Hamid, korban panah wayer, di RSAS Kota Gorontalo. Abdul Hamid merupakan kasus yang kesekian kalinya korban yang terkena panah wayer dari orang yang tidak dikenal.

KAPOLSEK Kota Utara AKP Mochar Pakaya saat menjenguk Abdul Hamid, korban panah wayer, di RSAS Kota Gorontalo. Abdul Hamid merupakan kasus yang kesekian kalinya korban yang terkena panah wayer dari orang yang tidak dikenal.

GORONTALO, Hargo.co.id – Teror panah wayer kembali mengintai wilayah Kota Gorontalo. Itu setelah insiden yang menimpa Alfian Katili, warga Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, Rabu (1/11) dini hari pukul 00.30 wita.

Remaja 17 tahun itu ditusuk oleh panah wayer oleh orang tak dikenal (Mr.X) saat pulang dari jalan-jalan. Ironinya, insiden tersebut menimpa Alfian di depan rumahnya.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, peristiwa bermula ketika Alfian bersama rekannya Mais pulang ke rumah. Keduanya menumpangi sepeda motor. Alfian dan Mais bergerak dari arah Jl. Jhon A Katili (Eks Andalas) menuju Jl. Brigjen Piola Isa.

Setelah tiba di depan rumah, Alfian turun dari sepeda motor. Sedangkan Mais melanjutnya perjalanan ke rumahnya yang juga terletak di Kelurahan Dumolo Selatan.

Saat menyebrang jalan, Alfian berpapasan dengan dua orang tak dikenal yang saling berboncengan menumpangi sepeda motor matic warna merah hitam. Dan tanpa disadari, saat berada di depan pintu rumah, Alfian merasakan ada sesuatu benda asing di bagian pinggang belakang.

Siswa Kelas 11 Jurusan Arsitek, SMK Negeri 3 Kota Gorontalo itu lantas meraba pinggang belakang. Dan ternyata menancap sepotong besi yang pada bagian ujungnya terdapat rumbai tali rafia berwarna biru. Darah segar mengucur.

Seketika itu, Alfian bergegas membangunkan orang tuanya. Orang tua Alfian, Abdul Hamid Katili saat bangun dibuat kaget dengan benda asing yang menancap di pinggang belakang anaknya.

Saat itu Alfian meminta agar panah wayer yang menancap dicabut. Akan tetapi melihat kondisi luka, Abdul Hamid memutuskan membawa Alfian ke Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo.

“Sepengetahuan saya, Alfian tidak pernah ada musuh. Dia baru saja pulang jalan-jalan dan langsung terkena panah wayer,” ujar Abdul Hamid yang sedang menjaga Alfian di RSAS, Rabu (1/11).

Menurut Abdul Hamid, baik di sekolah maupun selama mengikuti magang hingga selesai, Alfian tidak pernah bermasalah dengan siapapun. “Keterangan dari Alfian, sebelum dia masuk ke rumah ada dua orang yang dicurigai. Keduanya berboncengan menggunakan sepeda motor matic,” kata Abdul Hamid.

Sementara itu kondisi Alfian mulai berangsur-angsur pulih. Alfian sudah menjalani operasi penangkatan anak panah wayer dengan 16 jahitan. Sementara itu Kapolsek Kota Utara AKP Mochtar Pakaya melalui anggota SPKT Bripka Herman Mile mengemukakan, pihaknya sudah menerima laporan yang disampaikan orang tua korban ke Kepolisian. Saat ini, Polsek Kota Utara masih mengumpulkan keterangan saksi maupun fakta-fakta di lapangan.

“Kasus ini masih sedang dalam penyelidikan. Barang bukti berupa anak panah wayer sudah kita amankan,” ujar Bripka Herman Mile.(tr-60/hg)