Terus Berusaha, Jangan Takut Gagal

Jalur pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pun dibuka. Para peserta didik yang sekarang duduk di bangku kelas 3 SMA mulai berfikir keras. Pasalnya, harus menentukan perguruan tinggi mana saja yang akan di tuju. Apalagi yang ingin kuliah di perguruan tinggi ternama di dalam atau pun di luar daerah. Persaingan cukup sengit dengan jumlah pendaftar yang banyak. Karena itu menentukan jurusan yang tepat jadi salah satu cara memanfaatkan peluang untuk bisa lolos. 

Demikian halnya pemilik nama lengkap Dewi Sintia S. Botutihe. Usaha keras dan fokus pada tujuannya membuat dia tak patah semangat untuk terus berusaha dan mencoba masuk di jalur lain setelah dinyatakan gagal alias tidak lolos dalam SNMPTN. Perempuan yang akrab di sapa Sindy ini mencoba kembali lewat jalur SBMTPN, tapi ternyata lagi-lagi dia mengaku belum diterima di perguruan tinggi yang ia inginkan.

Perempuan kelahiran Gorontalo 9 Maret 1998 ini semakin membulatkan tekadnya bahwa setelah lulus dari SMA ia ingin langsung melanjutkan studinya di luar daerah. Keinginan dan kemauan serta dorongan dari keluarganya. Sindy mengaku, mencoba tawaran dari kaka sepupu untuk coba tes, masuk di sekolah kedinasan statistik.

Sindy mengakui niatnya untuk kuliah serta mendapatkan beasiswa diluar memang jadi keinginannya sejak awal. Menurutnya, hal ini bukan karena keinginan kuliah di luar melainkan standar pendidikan yang ingin didapatkannya, “Karena standar pendidikannya menurutku itu lebih tinggi dibandingkan di daerah,” ujar Sindy.

Alhasil, usaha dan tekad perempuan berparas manis ini berhasil masuk di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik di Jakarta. Di lain hal, Sindy mengaku bahwa setelah dinyatakan lolos, perjuangannya belum berhenti. Pasalnya biaya awal dan kehidupan di kota metropolitan tak sebanding dengan di Gorontalo. Satu per satu cara dilakukannya untuk memuluskan impiannya ini. Berkat bantuan serta support baik pemerintah daerah dan dari keluarganya, akhirnya saat ini anak perempuan dari pasangan Sudirman Botutihe dan Selpi Akbar sekarang mengenyam perkuliahan di Sekolah Tinggi Kedinasan Statistik tingkat dua.

Sindy yang senang dengan menari ini mengungkapkan, setelah lulus dari sekolah kedinasan dia ingin membangun daerahnya dengan kompetensi yang dimilikinya. “Aku ingin mengabdi dengan tanggung jawab untuk daerah saya. Berusaha membangun daerah sebagai pelopor data terpercaya dan pastinya bisa membahagiakan penyemangat hidup sampai saat ini mama dan kakak,” harap Sindy. (ZT-07)