Terusir dari ’’Rumah’’, Berjuang Mencari Suaka

Hargo.co.id Zetizen-GP- Tanpa disadari, permasalahan yang berdampak pada munculnya refugee emang banyak terjadi di dunia. Yep, permasalahan refugee nggak cuma dimiliki satu negara. Cari tahu yuk negara mana aja yang harus bergelut dengan konflik pengungsi! (reuters/bbc/far/c14/nrm/hargo)

Palestina
Konflik lain yang ’’melahirkan’’ pengungsi adalah konflik antara Palestina dan Israel. Konflik itu terjadi akibat perbedaan sejarah yang dipahami. Israel menganggap negara yang saat ini ditempati kedua bangsa adalah hak mereka. Tapi, bangsa Palestina yang lahir dan besar di tanah itu nggak setuju dengan pendapat tersebut. Bangsa Israel pun melihat bangsa Palestina sebagai sebuah ancaman. Mereka pun melakukan penyerangan terhadap bangsa Palestina. Mulai perampasan hak tanah sampai perlakuan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pada 2015, tercatat udah ada setidaknya 500 ribu pengungsi Palestina yang menyebar ke berbagai negara di dunia.

Myanmar
Rohingnya adalah etnis mayoritas Islam yang berada di tengah etnis beragama Buddha yang mendominasi Myanmar, yaitu etnis Rakhine.Karena Rohingya dianggap minoritas, muncul berbagai permasalahan. Mulai pembakaran desa sampai kekerasan oleh militer Myanmar. Sampai sekarang, tercatat udah ada lebih dari satu juta. warga etnis Rohingya mengungsi ke negara-negara sekitar, termasuk Indonesia. Bahkan, Bangladesh udah menerima sekitar 800 ribu pengungsi Rohingya di negaranya. We hope therefugees all the best!

Suriah
Kita menyebut kata pengungsi, nama Suriah mungkin jadi salah satu yang muncul di kepala. Yep, perang antara kelompok oposisi dan pemerintah mengakibatkan ratusan ribu warga Suriah harus meninggalkan negaranya. Sampai sekarang, tercatat ada sekitar 400 ribu warga Syria yang tewas dan lebih dari 700 ribu orang harus mengungsi ke luar Syria akibat konflik tersebut. Konflik Suriah bermula dari rezim Bashar Al Assad yang
udah berkuasa selama 30 tahun. Di sisi lain, ada kelompok yang pengin menggulingkan rezim tersebut demi menciptakan revolusi. Itulah yang memicu perang. Apalagi, rezim Bashar Al Assad melakukan berbagai upaya buat mempertahankan  kekuasaan. Mulai membatasi
pasokan listrik sampai air. Konflik itu akhirnya menimbulkan banyak korban jiwa.

Mesiki dipandang sebagai isu yang berat dan serius, nyatanya generasi muda pun punya kepedulian terhadap masalah pengungsi loh. Bagi mereka, isu pengungsi merupakan masalah sosial yang harus diatasi bersama. Simak yuk penuturan mereka! (nen/c22/nrm/hargo)

 

Abdul Malik
Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Gorontalo

Bantu dan Terima Mereka Dengan Baik 
Sedih juga sih melihat warga yang terusir dari negaranya sendiri. contohnya kasus yang dialami masyarakat Rohingya dimana konfliknya mengatasnamakan agama, menurut saya hal seperti ini tidak perlu terjadi karena setiap warga negara berhak untuk tinggal di negaranya masing-masing, apapun agama yang dianutnya. Karenanya, tidak ada yang bisa dilakukan selain membantu mereka. Kalau perlu dan kalau mereka mau, jadikan mereka WNI agar mereka merasa aman dan hidup tenteram di Indonesia. (ZT-11)

 

Metalika Yusuf
Hukum Tata Negara, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Dasar Konsekuen sebagai Pertimbangan
Menurut aku, jika melihat dari eskalasi mayoritas umat muslim Indonesia, kiranya tak hanya sekedar empati, dan melakukan aksi peduli Rohingnya sebagai bentuk dari apologia umat Islam itu sendiri. Namun pemerintah juga haruss berinisiatif untuk menampung etnis Rohingnya dan memberikan ruang seperti hak kemerdekaan dan hak hidup untuk menjunjung nilai-nilai hak asasi manusia. (ZT-10)