Tiga Ormas Pendiri Golkar Dukung Airlangga

TIGA Ormas Pendiri Golkar Dorong Munaslub Digelar 20 Desember. Kosgoro yang diketuai Agung Laksono, SOKSI yang diketuai Ade Komarudin dan MKGR yang diketuai Roem Kono, bersepakat munaslub jadi satu-satunya pilihan untuk memilih ketua umum Partai Golkar dalam waktu cepat.

Hargo.co.id JAKARTA – Desakan untuk mempercepat pelaksanaan musyarawah nasional luar biasa (Munaslub) Golkar makin deras. Setelah seluruh DPD I mendukung Munaslub, kini tiga organisasi sayap partai Golkar masing-masing Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro 1957), Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), menggelar deklarasi guna mendesak Munaslub.

Menariknya, kesepakatan tiga organisasi sayap yang salah satunya diketuai oleh Kader Golkar Gorontalo yaitu Roem Kono sebagai Ketua MKGR itu, menginginkan Munaslub dipercepat. Yakni pada 20 Desember mendatang.

Kesepakatan ini dilakukan menyikapi rendahnya elektabilitas partai berlambang pohon beringin, menyusul ditahannya Setya Novanto selaku ketua umumnya karena disangka melakukan korupsi proyek e-KTP.

“Kami sepakat dan mendorong digelar Munaslub selambat-lambatnya tanggal 20 Desember,” kata Agung, Minggu (10/12) seperti dilancir CNN Indonesia.com.

Agung mengungkapkan, saat ini partai Golkar telah terdampak degredasi elektabilitas yang sangat besar akibat kasus yang menjerat Ketua Umumnya, Setya Novanto. Hal itu dapat dilihat dari beberapa hasil survei yang menunjukan tingkat kepercayaan yang rendah kepada partai beringin itu.

“Kami ingin Golkar tampil lebih bersih dan putih,” harapnya. Ketua Umum SOKSI, Ade Komarudin menegaskan, dalam kurun waktu yang tidak lama lagi Golkar akan dihadapkan agenda politik nasional yaitu pilkada, pileg, dan pilpres. Oleh karena itu, partai Golkar ini harus bersiap-siap menghadapinya.

“Kalau kita masih banyak main-main dengan kepentingan masing-masing, kasihan partai,” kata Ade. Terkait wacana munaslub, menurut Ade, secara aturan konstitusi partai, penyelenggaran munaslub sudah terpenuhi. Sebab, saat ini DPD tingkat 1 telah mendukung penyelenggaran munaslub.

“Sudah lebih dari 2/3 anggota yang menyetujui. Jadi, tidak ada alasan lain untuk menggelar rapat pleno dan memutuskan munaslub,” tukasnya. Karena telah terpenuhi syaratnya, tiga pimpinan ormas pendiri partai Golkar sepakat untuk mendesak DPP Golkar agar menggelar munaslub paling lambat akhir Desember.

Dilansir detik.com, Ketua MKGR Roem Kono sebelumnya menyatakan ikut merasa prihatin dengan situasi di Golkar saat ini. Roem Kono menyatakan, MKGR mendorong digelarnya musyawarah nasional luar biasa (munaslub) paling lambat bulan Desember 2017.

“MKGR mengharapkan adanya munaslub, selambat-lambatnya Desember 2017 dan ketum yang didukung oleh pemerintahan Jokowi-JK, karena Golkar partai pendukung pemerintah,” terang Roem Kono. (jpg/hg)