Trend Batu Akik Mulai Surut, Pedagang Terancam Gulung Tikar

Beragam Jenis Batu Akik Yang Kini Mulai Dilupakan ( foto JPNN)

Hargo.co.id Gorontalo – Batu Akik yang dulu sempat menghebohkan Masyarakat Gorontalo, kini seolah tidak bernilai lagi, bahkan perlahan masyarakat mulai melupakan salah satu jenis perhiasan tersebut.

Hingga saat ini penjualan maupun pasaran perhiasan yang memiliki nilai seni itu mengalami penurunan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya Batu Akik ini menjadi buruan masyarakat karena memiliki nilai seni,tapi sekarang pesona Batu Akik tersebut mulai terkikis.

Arifin, salah seorang pedagang Batu Akik mengaku,Saat ini pasar batu akik di Gorontalo memang lagi surut.

Jika dahulu saat awal-awal ngetrennya batu akik di Gorontalo, para pedagang bisa meraup untung hingga Rp 6 juta per hari. Namun kali ini Rp 200 ribu pun sulit diperoleh. omzet penjualan Batu Akik menurun drastis.

“Itu pun tidak setiap hari mas. Kayak hari ini kan sepi. Kalau dulu, bisa jutaan,” kata bapak 3 anak itu ketika disambangi awak media.

Ia berharap pemerintah Provinsi Gorontalo bisa memperhatikan para pedagang. “Saya mewakili teman-teman pedagang maupun pengrajin berharap kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo. Dahulu pasar batu akik membludak karena ada perhatian pemerintah Kota Gorontalo,” imbuhnya.

Pemerintah diminta agar mengangkat kembali pamor batu akik di daerah Gorontalo. Apalagi Gorontalo memiliki berbagai jenis batu asli yang bisa di jual ke nasional.

“Pemerintah seharunya menyediakan pasar bagi kami. Contohnya bisa lewat iven besar yang mengangkat tema utamanya tentang batu akik. Saya kira batu akik akan kembali diminati,” pintanya.

Masih menurut Arifin, bila pemerintah tak ingin menggelar iven lagi tentang batu akik, minimal dapat memberikan tambahan modal bagi para pedagang untuk dapat membuat kegiatan-kegiatan sebagai promosi untuk menarik pembeli.

Jualan Arifin semakin hari semakin surut. Namun, hal itu masih lebih baik. Beberapa bulan lalu di sekitar tempatnya berjualan ada Nizar, pedagang batu akik lainnya yang kini sudah gulung tikar.(TR-52/hargo)