Uang 10 Juta Hilang di Bagasi Pesawat, Ini Tanggapan Pihak Bandara

Petugas Bandara Djalaluddin sedang melakukan pengecekan barang bagasi di checkin counter bagasi (Foto: Roy Gobel/Hargo).

Hargo.co.id, Gorontalo – Kasus dugaan pencurian barang milik penumpang pesawat Lion Air di bandara Djalaluddin yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum petugas ground handling bandara pada Minggu (7/01), ditanggapi serius oleh pihak otoritas Bandara Djalaluddin Gorontalo.

Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Power A. Sihaloho dengan tegas menyatakan akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum pegawai yang terlibat dalam kasus yang mencoreng nama baik Bandara Djalaluddin. Dirinya juga sangat menyesalkan kejadian yang memalukan tersebut, meski demikian ia menyerahkan sepenuhnya kepihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus yang bisa meresahkan dapat masyarakat.

” Kejadian ini memang sangat memalukan, olehnya siapun pelakunya dan orang-orang yang terlibat didalamnya akan saya beri sangsi dengan mencabut hak-hak mereka dan melakukan blacklist kepada yang bersangkutan, dan untuk selanjutnya kita serahkan kepada pihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus ini.” Tegas Power saat diwawancarai diruang kerjanya, Rabu (10/01).

Power menambahkan, dengan kejadian ini pula, pihaknya akan melakukan pembenahan kembali terhadap semua unsur yang ada di Bandara Djalaludin termasuk ground handling, cargo dan parkiran. Diakuinya masih banyak yang perlu dibenanhi di Bandara ini, seperti halnya ground handling yang hingga saat ini belum sepenuhnya memenuhi standar operasional sesuai prosedur dan kriteria yang berlaku di Bandara.

” Setelah kami pantau dilapangan memang diakui bahwa, ada beberapa hal yang selama ini belum dilakukan sesuai standar operasional, termasuk proses rekrukment petugas gound handling yang dilakukan oleh pihak ketiga, selain itu tingkat pengawasan dilapangan juga masih kurang. Sehingga hal-hal inilah yang pelan-pelan akan kita benahi.” Ujar Power.

Power juga menghimbau kepada masyarakat, untuk mencegah terjadinya hal-hal yang merugikan penumpang pesawat itu sendiri, maka diharapkan agar para penumpang tidak menyimpan atau memasukkan barang-barang berharga kedalam bagasi tercatat atau Bagasi chekin counter.

Senada dengan Kepala Bandara, Distrik manejer Lion Air area Gorontalo, Yaser Hasan mengakui adanya kejadian pencurian barang milik penumpang, hal ini sesuai konfirmasi dari pihak kepolisian yang menerima laporan adanya penumpang pesawa Lion Air dengan nomor penerbangan 793 tujuan Gorontalo-Makassar yang merasa kehilangan uang sejumlah 10 juta rupiah.

Namun demikian Yaser belum bisa memastikan kebenaran informasi tentang kehilangan uang 10 juta itu, sebab pihaknya bersama kepolisian masih terus menelusuri pencurian tersebut.

” Hingga saat ini kami masih terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian terkait proses penyelidikan kasus pencurian ini, dan jika terbukti maka secara tegas kami selaku perwakilan maskapai penerbangan tidak akan memberi toleransi kepada oknum-oknum yang melakukan tindak kejahatan yang merugikan penumpang pesawat, sebab bagi kami memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang adalah menjadi kewajiban. ” Kata Yaser

Sebelumnya kasus pencurian barang di bagasi pesawat ini terungkap setelah Diana, salah satu penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan 793 tujuan Gorontalo-Makassar pada Minggu (7/01) melaporkan kehilangan uang senilai 10 juta rupiah yang disimpan didalam tas dan dimasukkan ke dalam bagasi pesawat.

Atas laporan tersebut pihak Polsek Bandara langsung menginterogasi lima petugas ground handling yang mengatur barang bagasi, mereka masing-masing ST alias Mito, US alias Obi, RB alias Ucup, SL alias iton dan SJ alis Ucup. Hingga saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. (rvg/hargo)