Umat Katolik Rayakan Ekaristi Vigili Paskah

Ratusan umat Katolik di Kota Gorontalo merayakan malam Paskah di Gereja Katolik Santo Kristoforus Gorontalo yang bertempat di jalan 23 Januari, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Sabtu (15/04) malam.

GORONTALO – Hargo.co.id Ratusan umat Katolik di Kota Gorontalo merayakan malam Paskah di Gereja Katolik Santo Kristoforus Gorontalo yang bertempat di jalan 23 Januari, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Sabtu (15/04) malam.

Rangkaian perayaan Vigili paskah berlangsung hikmad, dari dimulainya dengan Upacara Cahaya di SD Santa Maria yakni Pemberkatan api, Pemberkatan Lilin sampai pada perarakkan Lilin Paskah menuju Gereja Katolik Paroki Santo Kristoforus Gorontalo yang berada tidak jauh dari tempat upacara Cahaya berlangsung.

Rangkaian perayaan dilanjutkan dengan Liturgi Sabda (Bacaan Perjanjian Lama-Bacaan Perjanjian Baru), Liturgi Pembabtisan (Pemberkatan Air Baptis, Pembabtisan, Pembaharuan Janji Baptis atau Janji Penolakan atas Syetan, Takhayul dan Dosa-dosa) hingga Liturgi Ekaristi (Ritus Penutup atau Berkat Meriah Paskah).

Pada kesempatan tersebut, ketua Dewan Pastoral Paroki Gereja Katolik Santo Kristoforus Gorontalo, Ir Jhon Alexander Lasut, mengatakan, pada malam tersebut umat Katolik yang berada di Gereja Katolik Santo Kristoforus Gorontalo sangat bersukacita.

“Kita merayakan peristiwa puncak iman Katolik kita sebagai umat Kristiani, yaitu Kristus telah bangkit setelah melewati sengsara dan wafat,” kata Jhon. Selain itu, lanjutnya, sebagai umat katolik mereka mempersiapkan diri sebelum memasuki masa Paskah melalui aksi puasa pembangunan.

Tema tahun ini yakni “Keluarga Berwawasan Ekologis” seiring dengan program pemerintah untuk memberikan dan mempertahankan piala Adipura yang telah diperoleh Pemerintah Kota Gorontalo.

“Dan ini merupakan moment terpenting bagi kita untuk melakukan perubahan sikap di dalam kehidupan kita, dimulai dari keluarga masing-masing kemudian dalam kehidupan menggereja dan juga bermasyarakat,” katanya.

Selain itu, Jhon mengatakan bahwa pihaknya ingin menunjukan bahwa mereka orang yang saling menghargai satu sama lainnya yang hidup dalam keberagaman namun satu kebersamaan di Provinsi Gorontalo.

“Harapan kedepan, kita mengharapkan masyarakat lebih memahami tentang kebersihan lingkungan terutama akan penghijauan sehingga kita dapat hidup saling memberikan dukungan akan lingkungan sehingga menjadi tempat yang baik saat ini dan masa yang akan datang untuk anak cucu kita,” katanya.

Sementara itu, Pastor Magsi Ignatius Maneus. Pr pastor yang memimpin Perayaan Vigili Paskah saat disambangi awak media mengatakan, hari itu merupakan perayaan iman bersama seluruh umat Katolik juga umat Kristiani yang lain merayakan malam Paskah.

Sementara makna Vigili Paskah, menurut Pastor Magsi, yakni bagaimana umat Kristiani berjaga-jaga dengan kristus yang telah wafat dan sekarang akan beralih dari dunia kematian dan masuk dalam kehidupan (bangkit dari antara orang mati).

“Kita percaya bahwa Ia “Kristus” telah lewat kematiannya, lewat sengsara dan wafatNya. Dia disalip, Dia telah menebus dosa-dosa kita umat manusia.

Jadi Paskah ini menjadi moment bagi kita untuk berintrospeksi diri. Tentunya yang harus kita lakukan yakni kita diajak untuk berubah, menjadi pribadi yang lebih dikehendaki Tuhan.

Semoga perayaan Paskah ini menjadi saat bagi mereka untuk kembali melihat makna Paskah itu sendiri sehingga kita dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.(ADV-Ryan/hg)