Untuk Kepentingan PETI, Bisnis Zat Mercury Ilegal Makin Marak

Ilustrasi Penambangan (foto dok. JPNN)

GORONTALO, hargo.co.id – Bisnis zat berbahaya berupa Mercury di Gorontalo saat ini kian marak. Bahkan, sebagian besar Pertambangan Tanpa Izin (PETI) menggunakan zat B3 tersebut.

Belum lama ini jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo menangkap dua oknum pengusaha penjual bahan kimia berbahaya jenis Mercury, inisial MH dan A.

Akibat perbuatan mereke, keduannya diancam pasal UU Perdagangan dengan penjara maksimal 4 Tahun dan denda Rp 10 Milliar rupiah.

Penangkapan MH dan A sendiri merupakan perintah langsung Kapolda Gorontalo Brigjend Pol Drs Rachmad Fudail, MH yang langsung ditindaklanjuti oleh DirDitreskrimsus Polda Gorontalo, Kombes Pol Drs Totok Suharyanto, SIK M.Hum.

Hal ini setelah banyaknya keluhan dari masyarakat Gorontalo tentang aksi jual beli Bahan kimia berbahaya jenis Mercury/Hg di sejumlah lokasi tambang emas di Gorontalo.

Walhasil 14 Mei 2017 silam, Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Gorontalo mendapat informasi dari masyarakat tentang sumber atau pemasok B3 jenis mercury untuk sejumlah tambang di wilayah Bone Bolango dan Pohuwato.

“Kami mendapatkan informasi bahwa ada beberapa orang yang diduga menyimpan dan menjual B3 jenis mercuri ini kepada para penambang liar di wilayah Bone Bolango dan Pohuwato, sehingga saya perintahkan Subdit 4 Direskrimsus untuk lidik,” Ujar Kombes Totok.

Dan benar saja, Polisi kemudian berhasil mengamankan salah seorang warga Gorontalo berinisial MH di salah satu Toko Emas yang berada di Desa Marisa Selatan, Kabupaten Pohuwato.

Dari tangan MH Polisi mengamankan Barang Bukti berupa 4 bungkus plastik berisikan Mercury/HG dengan berat 400 gram (4 ons), 4 bungkus plastik berisikan Mercury/HG dengan berat 200 gram (2 ons), 1 bungkus plastik berisikan Mercury/HG dengan berat 80 gram , 1 bungkus plastik berisikan Mercury/HP dengan berat 100 gram (1 ons), 22 botol berisikan Mercury/HP seberat 22 kg (1 botol = 1 kg), 1 lembar nota pembelian Mercury/HP, serta 1 buku catatan penjualan Mercury/HP.

Tak berhenti disitu, Polisi kembali mengamankan satu lagi pengedar B3 Jenis Mercury/HG. A warga kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo itu terbukti menyimpan 12 peti kayu kecil yang disetiap peti berisikan 25 botol plastik Mercury/HG (1 botol berat 1 kg, total berat Mercury/HG 300 kg), 1 lembar nota penjualan Mercury/HG, dan 1 buku catatan penjualan Mercury/HG.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono,SIK mengungkapkan, Kasus tersebut sudah diproses dan sudah selesai dan berkas sudah dikirim ke Kejati Gorontalo.

“Kemarin dari pihak Kejati sudah menyatakan P21 atas 2 kasus tersebut, Baik A dan MH sendiri dijerat dengan pasal 106 Jo pasal 24 ayat (1) UU RI No. 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan,” tegasnya

Sementara itu, Untuk pelaksanaan tahap dua sendiri direncanakan akan dilakukan pekan depan. (tr-45/hargo)