Usung Konsep Eduwisata, Ini Dia Kades Jaman Now

WISNU (kiri) dan Ronal (kanan) saat acara pelantikan kepala desa se Boalemo, Senin (15/1).

Gorontalo,  Hargo.co.id – Umur mereka masih sangat muda, tak lebih dari 30 tahun. Tapi masyarakat desa mempercayakan mereka memimpin. Melalui mekanisme Pemilihan langsung kepala desa (Pilkades), mereka unggul dibanding calon lain. Dua Kades Muda ini adalah Ronal Christofel Rampi (28) dam Mohamad Wisnu Sau (26).

Sebelumnya, Ada Ramli Suleman, Kades asal Kabupaten Gorontalo dan menjadi Kades termuda  di Provinsi Gorontalo. Usianya 26 tahun saat dilantik Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, tahun lalu.

Di Boalemo, muncul Wisnu yang lebih muda dari Ramli, dilantik Bupati Boalemo Darwis Moridu sebagai Kepala Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, termasuk Ronal Rampi yang baru berusia 28 tahun. Saat pelantikan, kemarin, mereka disebut Kades Jaman Now.

Ucapan janji diatas kitab suci diucap Ronal dan Wisnu bersama 15 kepala desa lainya yang dilantik Bupati di pendapa Kantor Bupati Boalemo, kemarin. Serentetan kalimat pengambilan sumpah terus mengalir dan mengisi suasana yang bersahabat tersebut.

Dalam rangkaian prosesi pelantikan para Kades terpilih tersebut, mata para hadirin yang hadir paling banyak tertuju pada dua sosok muda yang gagah menggunakan setelan putih-putih dengan pet garuda dan lambang garuda menempel di dada. Mereka adalah Kades Kaaruyan Kecamatan Mananggu, Ronal Christofel Rampi, dan Kades Hungayonaa Kecamatan Tilamuta, Muhammad Wisnu Sau.

Bukan sepenuhnya karena tampilan gaya dan face mereka yang hari itu kharismatik dan memikat, juga karena mereka berdua adalah figur muda yang berhasil mengemban amanah.
Dan selebihnya, mereka sebelumnya berlatar belakang sebagai Jurnalis.

Ronal Christofel Rampi, dalam kiprah terakhirnya adalah Wartawan Radar Gorontalo (Gorontalo Post Grup). Dan Muhammad Wisnu Sau sebelumnya juga pernah menjadi wartawan Gorontalo Post TV (GPTV/Gorontalo Post Grup), dan dalam kiprah terakhirnya sebagai wartawan Gorontalo TV.

Ronal mengaku masih tidak percaya jika warga Desa Kaaruyen memberikan kepercayaan kepadanya untuk mempin desa mereka. Prosesnya menurut Ronal cukup instan. Ia mendaftar disaat injuri time atau jelang penutupan pendaftaran calon Kades. “Eh, ternyata ternyata terpilih.

Puji Tuhan, amanah ini akan saya jalankan,”kata Ronal. Seketika ia memikirkan bagaimana mengurusi ribuan jiwa yang berbeda-beda latar. “Kalau dana desa itu ada Juknisnya, saya bisa pastikan tidak akan keliru. Yang siap-siap bikin sakit kepala adalah keributan di kampung, itu yang harus diminimalisir.

Saya akan wujudkan desa Kaaruyen desa yang aman dan tentram,”katanya. Sementara, Muhammad Wisnu Sau. Disadari atau tidak, dirinya kini mengemban predikat khusus, yakni menjadi Kades termuda di Provinsi Gorontalo

.Mohammad Wisnu Sau terbilang sukses di usianya yang muda.  kepememimpinannya sebagai Kepala Desa terpilih Hungayonaa, menjadi torehan sejarah tersendiri bagi Kabupaten Boalemo. Seperti diketahui, Wisnu  berhasil keluar sebagai pemenang setelah mendapat dukungan kurang lebih 519 suara mengalahkan tiga rival politiknya di Pilkades.

Putra dari Ismail Sau ini menuturkan, dirinya tidak pernah menyangka akan menjadi seorang Kepala Desa. Bahkan Wisnu menuturkan, dirinya memutuskan untuk mencalonkan diri pada justru pada injury time masa pendaftaran calon.

“Cukup unik ceritanya, saya awalnya adalah ketua penitia Pilkades di Desa Hungayonaa, namun saat injury time, saya justru di dorong oleh masyarakat untuk ikut mencalonkan diri, dan saya mengikuti harapan masyarakat itu” ujar Wisnu.

Menurut Wisnu, sebelum memantapkan diri maju dalam Pilkades, dirinya sempat memberikan beberapa pertimbangan kepada para tokoh dan masyarakat yang mendorongnya untuk maju Pilkades.

“Saya sempat menyampaikan pertimbangan bahwa, Kepala Desa itu adalah Umaro, dalam tatatan sosial dan adat istiadat, tentu ada pertimbangan kelayakan. Saya sempat mempertanyakan, apakah di usia ini saya pantas secara sosial dan adat? Namun jawaban yang saya terima justru adalah dorongan, agar saya harus bisa membuktikan diri bahwa saya mampu, utaranya.
Disentil soal visi dan misinya, Wisnu menuturkan, bukan hal yang sulit untuk masih memikirkan arah gerakan Pembangunan yang akan dia usung.

“Karena memang Alhamdulillah, sejauh ini saya sering melibatkan diri dalam gerakan pembangunan di desa, dimana saya pernah berkecimpung dengan industri perkapalan, dan saya memiliki konsep Agro Eduwisata.” ujarnya.

Menurut Wisnu, Desa Hungayonaa yang kini dipimpinnya berada pada wilayah yang strategis, karena terletak di tengah tengah Kota Tilamuta.  “Di Hungayonaa ada Bulalo (Danau,red) dan jauh sebelumnya saya pernah mengusung konsep Agro Eduwisata ini, sebuah konsep yang mengusung wisata pendidikan, dan kita akan mendesain Bulalo di Desa Hungayonaa ini, sebagai lokasi wisata sekaligus wahana pendidikan yang pengelolaannya akan ditangani oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PAD),” utaranya.
Disentil soal predikatnya sebagai Kades termuda di Provinsi Gorontalo saat ini, Wisnu hanya tersenyum ringan.

“Kalaupun saya yang termuda, maka itulah tantangan bagi saya, bahwa saya harus bisa membuktikan diri, saya harus bisa belajar dari para senior saya. Saya harus bisa lebih aktif.
Terkadang memang dalam batasan batasan tertentu, faktor kelayakan usia memang menjadi tolak ukur, namun dalam konteks ini, atas dasar ‘Bismillah’ dan dengan membawa dorongan serta kepercayaan dari masyarakat saya,” ujarnya.

Selanjutnya, dengan tatapan menerawang, Wisnu mengakui bahwa, hal lain yang tidak akan pernah bisa dilupakannya adalah, pengalamannya saat menjadi seorang Jurnalis.
“Di dunia jurnalistik, wawasan saya banyak berkembang, kedisiplinan saya terbentuk, baik saat saya masih menjadi wartawan GPTV, ataupun setelahnya, dan saya berterima kasih kepada para senior, dan saudara saya sesama jurnalis yang sangat mendukung langkah saya ini,” utaranya.

Wisnu lantas menuturkan, lebih khusus, dirinya memiliki kesan saat menjadi bagian dari keluarga besar Gorontalo Post. “Saya sangat terkesan dengan Gorontalo Post, di dalamnya saya diajarkan bagaimana disiplin, bagaimana berdedikasi, bagaimana mengejar target, dan itu sangat bermanfaat bagi saya, dan saya sangat bangga dan bersyukur pernah menjadi bagian dari keluarga besar Gorontalo Post,” tandasnya. (Hg)

One Comment on “Usung Konsep Eduwisata, Ini Dia Kades Jaman Now”

Comments are closed.