Waduh ! 2 Pengusaha Disandera Ditjen Pajak

Kepala Kanwil Ditjen Pajak Suluttenggomalut, Dionysius Lucas Hendrawan saat memberikan keterangan kepada wartawan perihal penyanderaan yang dilakukan terhadap 2 pengusaha Gorontalo yang menunggak pajak hingga ratusan juta rupiah.(Foto : Achmad Laya)

Hargo.co.id GORONTALO – Sikap Direktoral Jenderal Pajak (DJP) dalam menseriusi persoalan pajak tidak main-main. Rabu, 20 April 2016 kantor wilayah DJP Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara dan kantor pelayanan pajak (KPP) Pratama Gorontalo.

Dibantu dengan pihak kepolisian, BINDA Gorontalo, Kanwil Kemenkunham serta Lapas Boalemo melakukan penyanderaan atau gijzeling terhadap 2 orang penanggung pajak dari PT UA dan CV U yang terdaftar pada KPP Pratama Gorontalo Berinisial SL (pria, 52 tahun) dan HR (pria, 4 tahun).

Dalam Press Conference yang dilaksanakan Rabu, 21 April 2016 bertempat di kantor pelayanan pajak (KPP) Pratama Gorontalo Kepala Kanwil Ditjen Pajak Suluttenggomalut, Dionysius Lucas Hendrawan menuturukan penyanderaan penunggak pajak ini berdasarkan surat izin dari menteri keuangan.

“Sesuai dengan surat yang diberikan menteri keuangan nomor SR-20/MK.03 28 januari 2016 penagihan pajak merupakan tindakan agar penanggung pajak dapat melunasi utang pajaknya serta penagih berhak untuk menegur, memperingatkan, melaksanakan penagihan bahkan untuk melaksanakan penyanderaan,” ungkapnya.

Upaya penyanderaan ini dilakukan agar supaya penanggung pajak dapat melunasi utang pajaknya. “Kita akan lepas mereka setelah semaunya utangnya dilunasi, keberedaannya sekarang di Lapas Boalemo kita tidak main-main soal ajak semoga ini akan memberikan efek jera bagi para penunggak pajak lainnya,” ujar Dionysius.

Lebih lanjut Dionysius mengatakan akan disandera paling lama enam bulan dan dapat diperpanjang. “Paling lama mereka kami sandera kurang lebih enam bulan, namun jika utang pajak telah dilunasi maka sandera akan langsung dibebaskan,” tandasnya.(arl/hargo)