Waduh..Lapaknya Dibongkar, PKL Boulevard Ngamuk di DPRD

Salah Satu Pedagang Yang mengamuk Di DPRD Kab.Gorontalo (foto Deice/Gorontalo Post)

Hargo.co.id LIMBOTO — Penggusuran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gorontalo terhadap Sejumlah rumah makan yang ada di Boulevard Limboto, Kabupaten Gorontalo, menimbulkan masalah baru. Sejumlah pedagang yang menempati bangunan tersebut mengajukan protes terkait pembongkaran yang dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Gorontalo.

Dalam rapat dengar pendapat yang dilaksanakan oleh komisi gabungan dan menghadirkan sejumlah instansi terkait seperti Dinas Pariwisata, Satpol PP serta Dinas Perindagkop dan UMKM, pada kamis (7/4), para pedagang ini meluapkan emosinya,bahkan saking emosinya salah seorang pedagang Dunce Menu harus ditenangkan oleh sejumlah Anggota legislatif.

Menurut Dunce sejak surat pemberitahuan agar lokasi karaoke ini dirubah menjadi rumah makan, itu sudah ditaati dengan mulai melakukan pembenahan secara bertahap. “Saya orang pertama yang mendukung agar lokasi karaoke ini dirubah menjadi rumah makan, tetapi hanya karena diwarung saya ada bekas minuman kosong, rumah makan saya pun kena imbas,”terangnya.

Dikatakannya, pedagang di boulevard ini sudah mulai mematuhi apa yang menjadi keinginan pemerintah dan semua karaoke sudah dirubah menjadi rumah makan tetapi masih dibongkar. “Dengan modal kami sendiri membangun tempat usaha tersebut, tetapi dengan cara keji dan biadab para satpol memporak porandakan tempat usaha kami, jadi siapa yang kami tuntut untuk ganti rugi,” ketusnya.

Hal senada juga disampaikan Irfan Angge selaku perwakilan pedagang Boulevard, menurutnya insiden pembongkaran sejumlah kafe di Boulevard ini diminta untuk ditindaklanjuti kepihak berwajib. “Karena ini sudah dikategorikan pengrusakan, siapa yang mau ganti rugi atas pengrusakan ini, sehingga kami bakal melaporkan kejadian ini kepihak berwajib,” tegas Irfan Angge

Secara terpisah Kasatpol PP Husain Ui menjelaskan, pembongkaran kafe ini memang sudah sesuai dengan mekanisme dan protap yang ada. Banyaknya masukan warga atas kondisi di seputaran Boulevard ini, membuat kami harus mengambil langkah tegas ini. (Wie/hargo)