Wapres Ajak Perangi Radikalisme

Jusuf Kalla. (dok Jawa Pos)

Hargo.co.id MAKASSAR – Paham radikalisme ibarat bahaya laten yang terus mengintai Indonesia.

Teror di Jakarta yang merupakan jantung ibu kota Indonesia menunjukkan bahwa radikalisme itu nyata adanya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, upaya mencegah penyebaran dan memerangi paham radikalisme yang mengancam keamanan negara bukan hanya tugas pemerintah.

“Tapi juga tokoh agama, masyarakat, semuanya,” ujarnya dalam keterangan resmi saat kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan Sabtu (16/1).

JK menyebut, paham radikalisme bisa menghinggapi sebagian orang termasuk anak-anak muda karena tidak seimbangnya ajaran agama, sehingga hanya condong pada pemikiran jihad yang sempit.

“Karena itu, ajaran Islam sebagai rahmatan lil alamin harus terus disampaikan,” katanya.

Selama ini, dunia internasional selalu angkat topi pada Indonesia sebagai salah satu contoh negara yang sukses menjadi representasi masyarakat muslim moderat, meskipun tetap ada riak-riak kecil seperti aksi teror maupun konflik bernuansa SARA.

Meski demikian, dengan beragam agama, suku, dan kelompok, Indonesia relatif jauh lebih damai dibanding negara-negara dengan penduduk mayoritas Islam di Timur Tengah yang tak henti dirundung konflik bersenjata yang memakan ribuan bahkan jutaan warganya.

Dalam beberapa kesempatan di forum internasional, JK juga diminta berbagi ilmu tentang bagaimana menjaga Indonesia tetap damai. Menurut dia, salah satu kunci keberhasilan Indonesia menjaga harmonisasi antar umat beragama adalah dengan terus menyuarakan pandangan-pandangan moderat di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

“Itu untuk mencegah mereka terjerumus ke paham radikal,” ucapnya. (owi/hargo)