Waspada Akses Jalur Laut Rawan Penyelendupan Narkoba

Hargo.co.id GORONTALO – Meski jalur darat menjadi jalur primadona akses masuk transaksi narkoba, polisi kini mulai mencium adanya modus baru penggunaan jalur laut masuknya barang haram itu ke wilayah Gorontalo.

Hal ini menyusul tertangkapnya dua pengedar pil koplo di Kota Gorontalo, belum lama ini.

Hal ini seperti yang disampaikan langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Gorontalo Kota, AKP Handy Senu Nugroho kepada Gorontalo Post, kemarin, Rabu (19/4).

Menurut Handy, sejauh ini jalur masuk sebagian besar narkoba ataupun pil koplo ke Gorontalo adalah melalui jalur darat dan jalur udara.

Hal ini wajar terjadi karena daerah Gorontalo sendiri menjadi provinsi yang berbatasan langsung dengan wilayah Sulawesi Tengah yang memang dikenal menjadi daerah pemasok narkoba ke Gorontalo.

“Ada banyak ratusan kenderaan yang lalu lalang melintas di wilayah perbatasan kita (Gorontalo,red) jadi sangat rentan untuk menjadi jalur distribusi masuknya barang haram itu,” ujarnya.

Namun, menurut AKP Handy, terungkapnya kasus kepemilikan 552 butir pil koplo dari tangan dua pengedar pil koplo yang diketahui masuk lewat jalur laut tersebut menjadi bukti bahwa para pengedar ataupun pemasok barang haram itu mulai berani melakukan distribusi melalui jalur laut.

“Pemasok pil koplo ke Gorontalo itu ada dua, yaitu Luwuk dan Palu,” tegasnya.

Olehnya, AKP Handy mengatakan, pihaknya akan lebih memperketat dan meningkatkan pengawasan yang ada di wilayah pelabuhan laut Gorontalo.(tr-45/hargo)