Waspada! Penipuan Modus Pimpinan Polisi Marak Terjadi

Ilustrasi

Hargo.co.id GORONTALO – Belakangan warga diresahkan dengan maraknya penipuan dengan modus pencatutan nama para petinggi Polri yang bertugas di Polda Gorontalo. Hingga kini, sudah dua warga yang menjadi korban.

Sebelumnya, selama 2 hari berturut-turut SPKT Polda Gorontalo menerima laporan pengaduan kasus penipuan yang mencatut nama pejabat Polda Gorontalo. Mereka yang dicatut masing-masing Karo SDM Polda Gorontalo dan Kapolsek Kabila.

Suryati (54) warga Kelurahan Dutulanaa, Limboto, salah satu korbannya. Dia mendapatkan telepon dari orang yang mengaku bernama Bambang dan akan diperkenalkan dengan Kombes Pol Nanang (Karo SDM) dan meminta ditransferkan uang sebesar Rp 15 Juta agar anak Suryati masuk dalam rencana penambahan kuota penerimaan bintara Polri.

Ada juga korban bernama Agus (49) warga Tumbihe, Kabila. Dia dihubungi oleh orang yang mengaku sebagai Kapolsek Kabila dan mengirimkan nomor rekening untuk meminjam uang sejumlah Rp 35 Juta. Alasannya, pinjaman tersebut akan digunakan untuk membeli mobil dinas.

Agus pun tanpa pikir panjang langsung mentrasfernya. Namun, saat dikonfirmasi kepada Kapolsek Kabila, AKP Omizon, mengaku tidak pernah meminta sesuatu kepada masyarakat, apalagi dengan alasan untuk pengadaan mobil dinas.

Kabid Humas AKBP Wahyu Tri Cahyono SIK mengatakan, banyak sekali modus-modus penipuan yang dilakukan oleh pelaku dalam mengelabui korbannya.

Ada yang menggunakam telepon yang mengatakan anak calon korban tertangkap polisi atau mengalami kecelakaan, ada yang melalui SMS yang mengatakan bahwa calon korban mendapatkan undian. Dan yang paling sering adalah penipuan dengan mencatut nama pejabat Polri.

“Banyak sekali modus-modus penipuan yang dilakukan oleh pelaku kejahatan dalam mengelabui korban. Ada yang menelpon bernada ancaman/anaknya ketangkap polisi atau kecelakaan, ada yang melalui SMS seolah mendapatkan hadiah hingga mencatut nama pejabat kepolisian.

Biasanya, pelaku memanfaatkan saat adanya mutasi salah satu pejabat atupun saat pejabat tersebut sedang berada di luar daerah dengan meminta sejumlah uang dengan berbagai macam alasan,” kata Wahyu.

Dia berharap agar hal-hal seperti itu harus diwaspadai jika seseorang mengatasnamakan pejabat dan kemudian meminta uang. “Krosscheck terlebih dahulu. Jangan mudah kena tipu daya atau bujuk rayu dan silakan hubungi SMS center 08114011985,” kata Wahyu.

Terhadap kedua laporan yang diterima oleh SPKT nantinya akan segera dilidik dan cepat mengungkap pelakunya.(tr-45/hg)

TINGGALKAN BALASAN