Yes!!! Idris Potensi Calon Gubernur, Hana Bisa Jadi Solusi

Idris Rahim dan Hana Hasanah yang didorong maju di Pilgub 2017. (dok Hargo.co.id)

Hargo.co.id GORONTALO – Dengan mengoleksi tujuh kursi di Dewan Provinsi Gorontalo. Partai Amanat Nasional (PAN) punya posisi tawar yang tinggi untuk mengusung Idris Rahim menjadi calon Gubernur di Pilgub 2017 mendatang.

Karena PAN menjadi partai terbesar kedua di Deprov. Untuk bisa mengusung pasangan calon di Pilgub, parpol atau gabungan parpol minimal harus mengoleksi dukungan 9 kursi.

Sehingga kalau PAN sudah punya modal 7 kursi maka tinggal butuh tambahan dua kursi.

Pertanyaaan yang muncul, dengan parpol mana PAN akan merajut Koalisi? Bila melihat perkembangan politik terakhir, pertemuan Idris Rahim dengan Wakil Ketua Umum DPP PDIP, Ir. Mindo Sianipar di Manado, akhir pekan lalu memunculkan spekulasi bahwa PAN berpeluang untuk berkoalisi dengan PDIP.

Karena pertemuan itu digelar setelah ada kepastian Idris Rahim menahkodai PAN Gorontalo.

Soal pertemuan itu, Idris mengaku hanya silaturahim. “Pak Mindo dan saya itu keluarga, istri beliau adalah keluarga saya,” ungkapnya.

Ditanya apa membicarakan soal Pilgub Gorontalo 2017?, Idris mengaku, Ketua Umum DPP PDIP Ir. Mindo Sianipar menanyakan apakah dirinya akan maju pada Pilgub tahun depan. Namun, pertanyaan itu tak dijawabnya dengan serius.

“Saya bilang ke pak Mindo soal itu nanti akan kita bicarakan kemudian,” ujarnya kepada Gorontalo Post (hargo.co.id).

Kerjasama politik PAN dan PDIP di Pilgub bukan hal baru. Saat Pilgub 2011 silam, PDIP dan PAN sama-sama memposisikan diri sebagai pendukung pasangan cagub-cawagub dari jalur perseorangan David Bobihoe-Nelson Pomalingo. Jadi dua partai ini sebetulnya punya histori koalisi.

Sejumlah pengurus partai Banteng Moncong Putih yang ditanyai soal kemungkinan koalisi PAN-PDIP menyatakan, potensi itu terbuka.

“Bisa saja, kan dalam politik semua kemungkinan bisa terjadi,” singkat Bendahara DPD PDIP, Alifudin Djamal.

Sementara Sekretaris DPD PDIP, La Ode Haimudin sedikit diplomatis mengatakan, dalam menentukan sikap dan arah partai di Pilkada, ada mekanisme yang harus dilewati.

“Tentu akan mempertimbangkan aspirasi pengurus di daerah dan keputusan akhir tentu ada di DPP,” ungkapnya.

Sementara itu, bila koalisi PAN-PDIP terwujud muncul spekulasi bahwa koalisi ini potensial mengusung duet Idris Rahim-Hana Hasanah.

Alasannya, saat Pilkada Kabupaten Gorontalo lalu , Hana Hasanah sempat naik panggung kampannye pasangan calon yang jadi jagoan PDIP, Tonny Junus-Sofyan Puhi. Dengan kondisi itu ada kemungkinan PDIP berpeluang mengusung Hana Hasanah sebagai pendamping Idris Rahim.

Soal kemungkinan ini, La Ode Haimudin yang sempat dimintai tanggapan mengatakan, dalam mengusung pasangan calon, PDIP akan memprioritaskan kader.

“Tapi tidak menutup kemungkinan kita bisa mengakomodir figur eksternal,” ujarnya.

Bila nanti duet Idris Rahim-Hana Hasanah terwujud maka dipastikan Pilgub 2017 akan berjalan lebih sengit. (rmb/hargo)