Senin, 23 Maret 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



‎Demokrat Tolak Keras Parliamentary Threshold Naik 7 Persen

Oleh Mufakris Goma , dalam Senayan , pada Kamis, 12 Maret 2020 Tag: ,
  Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, partainya dengan tegas menolak usulan Partai Nasdem yang ingin ambang batas parlemen menjadi 7 persen. (Dok JawaPos.com)

Hargo.co.id– Partai Demokrat rupanya tidak sejalan dengan Partai Nasdem yang ingin menaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold dinaikkan menjadi 7 persen.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, partainya dengan tegas menolak usulan Partai Nasdem tersebut.

“Oh enggak usah lah, kami tidak setuju,” ujar Syarief di Gedung DPR, Jakarta, Rabu  (11/3).

‎Wakil Ketua MPR ini menegaskan, ambang batas saat ini sebesar 4 persen sudah cukup baik. Sehingga tidak perlu diubah dengan dinaikan menjadi 7 persen.

“Saya pikir 4 persen udah cukup bagus lah,” katanya.

Oleh sebab itu, Partai Demokrat menolak jika Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) ‎direvisi hanya terkait diubahnya parliamentary threshold.

“Sementara ini Partai Demokrat menilai 4 persen cukup bagus,” tegasnya.

Adapun parliamentary threshold menjadi 7 persen merupakan usulan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Sementara Partai Golkar lewat ketua umumnya Airlangga Hartarto juga mendukung adanya kenaikan parliamentary threshold sebesar 7 persen.

Selain Golkar dan Nasdem, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga mengusulkan adanya perubahan parliamentary threshold menjadi 5 persen.

Diketahui dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) telah diputuskan ambang batas parlemen atau pairliamentary threshold sebesar 4 persen.

Parliamentary threshold merupakan syarat yang harus dipenuhi setiap partai politik peserta pemilu untuk meraih kursi DPR. Partai politik yang hanya meraih suara di bawah ambang batas parlemen, tidak akan mendapat kursi di DPR.

*Berita ini juga terbit di jawapos.com edisi rabu 11 maret 2020