Jumat, 23 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



1.000 Korban Banjir Bandang di Pohuwato Terima Bantuan Pemprov

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Minggu, 27 September 2020 | 01:05 WITA Tag: , , ,
  Suasana penyerahan bantuan untuk korban banjir bandang di Kabupaten Pohuwato oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Sabtu (26/9/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Sebanyak 1.000 warga terdampak bencana banjir bandang dari empat kecamatan, yakni Marisa, Duhiadaa, Buntulia dan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato, menerima bantuan dari Pemprov Gorontalo. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie Sabtu (26/9/2020) di Aula Kantor Bupati dan dihadiri Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga.

“Saat banjir ini dilaporkan ke saya, saya lagi berada di luar kota dan semalam bertemu pak bupati. Saya katakan saya ingin ke sini hari ini, membawa sedikit bantuan yang insyaallah bisa mengurangi beban warga. Memang banjir akhir-akhir ini bukan saja terjadi di Provinsi Gorontalo, tetapi juga di seluruh daerah di Indonesia, bahkan dua bulan lalu paling parah terjadi di Bone Bolango,” ungkap Rusli.

BACA  Usai Unjuk Rasa, Polisi dan Mahasiswa Punguti Sampah

Dengan kondisi seperti ini, lanjut Rusli Habibie, semua pihak harus terus berusaha menjaga lingkungan, apalagi curah hujan beberapa bulan ini tidak dapat diprediksi. Masyarakat diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan, atau memanfaatkan lahan yang harusnya dilewati air.

“Beberapa waktu lalu saya dengan para bupati bertemu dengan Menteri Bappenas dan telah merancang satu buah Perpres (peraturan presiden) untuk penanggulangan banjir di Gorontalo. Ini perlu kita apresiasi, karena baru Gorontalo yang akan dibuatkan perpres, biasanya perpres itu berlaku di seluruh Indonesia. Artinya penanggulangan banjir akan diseriusi dari hulu hingga ke hilir,” tambahnya.

BACA  Pemprov Gorontalo Santuni Korban Kebakaran di Boalemo

Di akhir arahannya, gubernur kembali mengingatkan tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan untuk masyarakat Pohuwato. Ia berharap walaupun ditengah bencana, masyarakat agar tetap patuh memakai masker, jaga jarak, dan sering cuci tangan.

“Selain bencana banjir, saat ini kita masih diperhadapkan dengan situasi covid-19 yang entah kapan berakhir. Untuk penanganan banjir kita harus melibatkan semua stekholder, termasuk menertibkan masyarakat penambang, masyarakat illegal logging, ilegal mining, dan masyarakat illegal fishing,”tandasnya.

BACA  Atasi Covid-19, Gubernur: Upaya Pemerintah Sia-sia, Jika Masyarakat Bandel

Untuk diketahui banjir di Kabupaten Pohuwato merendam ratusan rumah warga setinggi dada orang dewasa hingga atap rumah pada tanggal 19 September 2020 yang lalu. Banjir terjadi diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi.

Khusus untuk Kecamatan Marisa terdapat empat desa yang terdampak banjir yakni Desa Botubilotahu 124 KK/253 jiwa, Desa Teratai 247 KK/895 jiwa, Desa Marisa Utara 125 KK/382 jiwa dan Desa Palopo 115 KK/343 jiwa.(adv/rwf/hg)


Komentar