Senin, 5 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



1.128 SPBU di Jawa, Madura, dan Bali Tidak Jual Premium

Oleh Aslan , dalam Ekonomi Kabar Nusantara , pada Selasa, 5 Juni 2018 | 12:48 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id, JAKARTA – Sebanyak 38 SPBU di Jawa, Madura, dan Bali kembali menyalurkan premium sejak pemerintah menetapkan alokasi pada 30 Mei 2018 lalu. Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fansurullah Asa menyatakan, kendala baru terealisasi di angka tersebut lantaran masih ada tangki yang pertalitenya belum habis.

’’Target realisasi 571 penyalur di Jamali yang kembali menyalurkan premium selambatnya pada 7 Juni 2018,’’ ujar Fansurullah, Senin (4/6). Artinya, akan ada 1.557 SPBU di Jamali yang menyalurkan premium. Perinciannya, 1.519 SPBU existing dan tambahan 38 penyalur.

BACA  Abrip Asep Ditemukan Masih Hidup Usai 17 Tahun Tsunami Aceh

Mayoritas SPBU itu tersebar di Jawa Tengah sebanyak 16 SPBU, Jawa Timur (15 SPBU), Jawa Barat (5 SPBU), dan Daerah Istimewa Jogjakarta (2 SPBU). Tambahan tersebut membuat total SPBU yang bakal menyalurkan premium menjadi 2.090 SPBU.

Sisanya, masih ada 1.128 SPBU di Jamali yang tidak menjual premium. Untuk wilayah non-Jamali, jumlah SPBU Pertamina mencapai 2.777 SPBU. Jumlah itu terbagi menjadi 2.403 SPBU yang menyalurkan premium dan 374 SPBU tidak menyalurkan premium.

BACA  Antrean Haji Capai Puluhan Tahun, Menag Tiadakan Dana Talangan

BPH Migas mencatat, selama posko nasional Idulfitri 2018, terdapat kenaikan pendistribusian premium 6,5 persen bila dibandingkan dengan kondisi normal. Puncak permintaan premium pun terjadi pada 1 Juni 2018 dengan realisasi 35.685 kiloliter. Kemudian, distribusi dexlite naik 26,6 persen.

Sebaliknya, pendistribusian solar turun 22,15 persen; pertamina dex (26,6 persen); pertalite (16,61 persen); dan kerosene (16,67 persen). Selanjutnya, penyaluran pertamax/akra 92 berkurang 1,7 persen; pertamax turbo (49,4 persen); dan avtur (13,75 persen).

Puncak konsumsi pertalite terjadi pada 3 Juni 2018 dengan realisasi 44.294 kl. Kemudian, puncak konsumsi pertamax pada 1 Juni 2018 dengan realisasi 19.896 kl. Puncak realisasi solar terjadi pada 31 Mei 2018 sebesar 71.256 kl. Pertamina dex pada 1 Juni 2018 mencapai 578 kl dan dexlite pada 3 Juni 2018 dengan realisasi 1.685 kl.

BACA  Insentif Tenaga Kesehatan Langsung Masuk Rekening

’’Kalau dibandingkan dengan masa hari raya Idul Fitri tahun lalu, pendistribusian premium, pertamax turbo, dan solar mengalami penurunan masing-masing sepuluh persen, 12 persen, dan 18 persen,’’ jelas Komite BPH Migas M. Ibnu Fajar. (vir/c14/sof/hg)


Komentar