Senin, 14 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



1.674 Personel Dikerahkan untuk Operasi Ketupat Otanaha 2021

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 6 Mei 2021 | 00:05 WITA Tag: ,
  Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie (kemeja putih) memasang pita Operasi Ketupat Otanaha 2021 secara simbolis. Foto: Istimewa/Koleksi FB Aroman Sunge)


Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mendapat kesempatan untuk memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Otanaha 2021, yang berlangsung di lapangan upacara Mapolda Gorontalo, Rabu, (05/05/2021).

Dalam apel tersebut, sebanyak 1.674 personil gabungan akan diterjunkan untuk pengamanan selama lebaran, termasuk mengamankan posko larangan mudik di Provinsi Gorontalo. 

Mereka terdiri dari 950 personil Polri akan dibantu 176 personil TNI dan 154 Satpol PP. Ada juga petugas Dinas Kesehatan 54 orang, Dinas Perhubungan 143 orang , Pemadam Kebakaran 50 orang, Basarnas 24 orang, Jasa Raharja 10 orang dan PLN 20 orang.

“Jelang Idul Fitri 1442 Hijriah tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan 2,03 persen karena adanya peningkatan aktivitas masyarakat khususnya menjelang bulan suci,” kata Rusli Habibie saat membacakan sambutan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Oleh sebab itu, lanjut Rusli Habibie, pemerintah mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik lebaran, mendirikan posko terpadu bersama Satgas Covid-19 yang memiliki kelengkapan swab antigen dan ruang isolasi sementara. Serta terus melakukan patroli gabungan secara periodik, sekaligus lakukan imbauan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan di sentra perekonomian dan keramaian.

“Di Provinsi Gorontalo ada empat posko lokasi perbatasan dan semua posko perbatasan sudah kami cek. Kalau dulu itu kan PSBB hanya kita yang menutup perbatasan, nah ini tidak. Wilayah tetangga juga menutup akses masuk. Semisal saya ke Tolinggula kemarin, kami berkoordinasi dengan pihak Kabupaten Buol Provinsi Sulteng, mereka juga sudah siap dengan lokasi penutupan perbatasan,” jelas Rusli Habibie.

Sejalan dengan kebijakan larangan mudik, pemerintah daerah diminta untuk memberikan bansos sesuai pemetaan sosial ekonomi masyarakat. Begitu pula dengan daerah yang menjadi sasaran mudik agar meningkatkan dukungan terhadap program vaksinasi massal.

“Kalau ini di Gorontalo bansos untuk para sopir dan pengusaha angkutan darat sudah kita serahkan. Para porter di bandar udara juga sudah, selanjutnya yang akan kita sisir adalah para buruh-buruh di pelabuhan. Semua yang kami lakukan di daerah, berdasarkan instruksi langsung dari pemerintah pusat,” imbuh Rusli Habibie.

Apel gelar operasi ketupat ini dilakukan secara serentak se Indonesia. Operasi Ketupat 2021 ini akan dilakukan selama 12 hari terhitung mulai tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021. (zul/adv/hargo)

BACA  Ini Langkah Gubernur Terkait Vaksinasi Lansia di Gorontalo 

Komentar